Selain Susanto, Inilah Beberapa Kasus Dokter Gadungan yang Sempat Hebohkan Dunia Medis

DIKSI KOGNISI8 Dilihat

DiksiNasinews.co.id, – Di tengah sorotan publik yang semakin tajam terhadap kasus Susanto, seorang dokter gadungan yang berhasil memperdaya RS Pelindo Husada Citra (PHC) Surabaya, kita perlu memahami bahwa masalah ini tidak hanya terjadi di satu tempat. Kejadian serupa telah mencoreng dunia medis di berbagai belahan dunia.

Tindakan dokter gadungan seperti Susanto memang merupakan kejadian serius yang dapat membahayakan nyawa pasien dan merusak kepercayaan dalam sistem kesehatan. Kejadian-kejadian serupa telah terjadi di berbagai tempat di seluruh dunia, menunjukkan bahwa masalah semacam ini tidak terbatas pada satu negara atau wilayah saja. Berikut adalah beberapa kasus lain dari dokter gadungan di berbagai belahan dunia:

Elwijan

Elwijan mengaku sebagai lulusan Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Syiahkuala, Banda Aceh, dan berhasil membohongi dunia sepak bola selama 11 tahun. Kasus ini menjadi peringatan akan pentingnya memeriksa kualifikasi dan legitimasi dokter yang terlibat dalam bidang medis.

Adnan Khurram

Adnan Khurram, meskipun berusia hanya 19 tahun, berhasil menyamar sebagai dokter muda di rumah sakit All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) di New Delhi. Selama 5 bulan terakhir, ia berhasil mengelabui para staf rumah sakit dengan berperilaku seperti dokter sungguhan.

Muhammad Waheed Butt

Seorang mantan satpam di rumah sakit Pakistan yang menyamar sebagai dokter bedah dan melakukan pembedahan pada pasien. Kejahatannya ini berujung pada kematian seorang pasien berusia 80 tahun.

Catur Purwanto

Seorang pria yang hanya tamatan sekolah menengah kejuruan (SMK) jurusan elektronik ini nekat membuka praktik kedokteran sebagai dokter gadungan. Dia melakukan praktik ini dengan cara keliling dari satu rumah ke rumah lainnya untuk melayani pasien. Namun, akhirnya dia tertangkap oleh polisi.

Mohammed Zuber Qureshi

Seorang pria yang ditangkap karena diduga merawat pasien di sebuah Rumah Sakit Bombay selama lebih dari tujuh tahun dengan menggunakan sertifikat dokter palsu. Qureshi menyamar sebagai mantan teman satu angkatannya dan membeli fotokopi sertifikat MBBS dari teman dokternya.

Kasus-kasus seperti ini menunjukkan bahwa penting untuk memiliki prosedur yang ketat dan sistem verifikasi yang kuat dalam perekrutan tenaga medis. Kepercayaan pasien adalah salah satu aspek paling penting dalam dunia medis, dan tindakan dokter gadungan merusak fondasi kepercayaan ini. Kepala dinas kesehatan dan rumah sakit harus selalu berupaya memastikan bahwa semua praktisi medis memiliki kualifikasi yang sah dan melakukan verifikasi secara berkala untuk mencegah kasus semacam ini terjadi.