“Saya mengaguminya, tapi saya pikir dia mungkin lebih baik mengambil tendangan bebas dan mungkin menjadi gol yang keren,” ungkap Martin Keown, eks penggawa Arsenal, mengecam keputusan Saka di momen kritis.
Strategi Apik Munchen
Munich, di sisi lain, memilih untuk bereaksi dengan permainan serangan balik yang tajam, mengandalkan kecepatan Leroy Sane, Jamal Musiala, dan Harry Kane sebagai ujung tombak.
Strategi ini tampak jelas mengganggu lini pertahanan Arsenal yang beberapa kali terlihat kerepotan.
Ubah Strategi Paska Kebobolan
Setelah kebobolan, pelatih Mikel Arteta berusaha memperkuat serangan dengan memasukkan Gabriel Jesus dan Leandro Trossard, namun upaya ini belum cukup. Bahkan, Arsenal hampir kebobolan lagi jika tidak karena aksi cekatan Gabriel yang berhasil menyapu bola yang nyaris menjebol gawang mereka.
Pada menit akhir, Arteta mencoba segala cara dengan memasukkan Eddie Nketiah untuk meningkatkan tekanan, namun Bayern berhasil mempertahankan keunggulan mereka hingga peluit panjang berbunyi.
Pil Pahit The Gunners
Kegagalan Arsenal untuk melaju ke semifinal menjadi malam yang pahit bagi fans serta tim, sementara Bayern Munchen, dengan tekad kuat, berharap untuk terus melaju dan mengincar trofi Liga Champions musim ini.
Keberhasilan mereka malam ini, menunjukkan bahwa tekad dan taktik yang tepat dapat mengatasi kekuatan apa pun dalam sepakbola.