Kecelakaan Kereta Cicalengka Menelan Empat Korban Jiwa, Perjalanan Darat Terganggu Sementara

Kecelakaan Kereta Cicalengka, Lengkapi Rentetan Musibah Lalu Lintas Darat di Indonesia Apa Yang Harus Diperbaiki?

DIKSI NEWS1 Dilihat

DiksiNasi, Cicalengka – Pada pukul 06.03 WIB, terjadi kecelakaan tragis antara KA Turangga relasi Surabaya Gubeng – Bandung dan Commuterline Bandung Raya di km 181+700, petak jalan antara Stasiun Haurpugur – Stasiun Cicalengka. Kecelakaan ini menyebabkan empat korban jiwa, termasuk Masinis, Asisten Masinis, dan Pramugara. Jum’at, (05/01/2024).

EVP of Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji, mengonfirmasi bahwa jalur rel antara Haurpugur – Cicalengka untuk sementara tidak dapat berfungsi karena kecelakaan tersebut. Saat ini, KAI sedang berusaha melakukan evakuasi terhadap para penumpang di kedua kereta yang terlibat.

Dari total 478 penumpang, terdapat sekitar 22 penumpang yang luka ringan dan telah mendapat perawatan di Rumah Sakit terdekat. Meskipun sudah cukup jarang, kecelakaan ini menjadi kejadian pertama dalam lima tahun terakhir yang merenggut nyawa dalam perjalanan kereta di Indonesia.

“Jalur rel antara Haurpugur – Cicalengka untuk sementara tidak dapat dilalui akibat kecelakaan tersebut. KAI saat ini sedang berusaha melakukan upaya evakuasi kepada para penumpang di 2 KA yang menggalami musibah tersebut,” kata EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji.

“Dari total penumpang KA Turangga sebanyak 287 orang dan KA Commuterline sebanyak 191 penumpang, ada sekitar 22 penumpang yang luka ringan dan telah dibawa ke Rumah Sakit terdekat, untuk mendapat perawatan,” tambahnya.

“Sementara itu terdapat empat korban jiwa, yakni Masinis, Asisten Masinis, dan Pramugara. Sementara hingga saat ini tidak ada penumpang yang menjadi korban jiwa.”

Kecelakaan kereta Cicalengka memang merupakan peristiwa langka, dan data Perkeretapian menunjukkan penurunan insiden sejak 2018. Meski demikian, kejadian tragis ini menjadi sorotan karena merenggut nyawa, yang terakhir kali terjadi pada tahun yang sama.

“Sebagai catatan, merujuk data Ditjen Perkeretapian, jenis kecelakaan kereta api dibagi menjadi lima kategori yakni tabrakan dengan kereta lain, anjlokan, terguling, banjir/longsor, dan lainnya.”

“Dari 55 kecelakaan kereta api pada 2019-2022, sebanyak satu kecelakaan adalah insiden tabrakan dengan kereta lain, satu kali terguling, dan satu karena banjir/longsor. Selebihnya kecelakaan tersebut adalah insiden anjlok.”

Pemeriksaan dari Ditjen Perkeretapian mengklasifikasikan jenis kecelakaan menjadi lima kategori, termasuk tabrakan, anjlokan, terguling, banjir/longsor, dan lainnya. Selama periode 2019-2022, sebanyak 55 kecelakaan terjadi, dengan satu kecelakaan tabrakan, satu terguling, dan satu karena banjir/longsor.

“Pada rentang periode 2007-akhir 2023, korban tewas terbanyak kecelakaan kereta api terbanyak terjadi pada 2017 yakni 87 jiwa. Sejumlah kecelakaan fatal terjadi pada tahun tersebut.”

Jika melihat data dari 2007 hingga akhir 2023, kecelakaan kereta paling fatal terjadi pada tahun 2017 dengan 87 jiwa tewas. Beberapa kecelakaan fatal pada tahun tersebut, seperti saat Mobil Toyota Avanza tertabrak kereta api Argo Bromo Anggrek di perlintasan tanpa palang pintu di Jawa Tengah.

“Termasuk kecelakaan KA Turangga dan KA Lokal Bandung Raya ini, tercatat ada 8 kecelakaan kereta api terparah yang pernah terjadi di Indonesia.”

Selain kecelakaan kereta Cicalengka, terdapat delapan kecelakaan kereta api terparah yang pernah terjadi di Indonesia. Mulai dari Kecelakaan KA Padang Panjang pada 22 Desember 1944 hingga Kecelakaan KRL vs Tangki Pertamina pada 9 Desember 2013.

Daftar 8 Kecelakaan Kereta Terparah di Indonesia

  1. Kecelakaan KA Padang Panjang (22 Desember 1944)
  2. Tragedi Bintaro 1987 (19 Oktober 1987)
  3. Kecelakaan KA Uap di Cipayung (20 September 1968)
  4. Kecelakaan KRL di Depok (2 November 1993)
  5. Kecelakaan KA Empu Jaya dan KA GBM Selatan (25 Desember 2001)
  6. Kecelakaan KA Kertajaya dan KA Sembrani (15 April 2006)
  7. Kecelakaan KRL vs. Tangki Pertamina (9 Desember 2013)
  8. Kecelakaan KA Turangga dan Kereta Lokal Bandung Raya (5 Januari 2024)