Dugaan Pelecehan di SMPN 5 Ciamis, Berakhir dengan Kesepakatan untuk Saling Memaafkan

DIKSI NEWS225 Dilihat

DiksinasiNews.co.id, CIAMIS – Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang guru kepada siswa-siswi di SMP Negeri 5 Ciamis berakhir dengan kesepakatan untuk saling memaafkan.

Kesepakatan tersebut, dibuktikan dengan berita acara mediasi kesepakatan saling memaafkan Nomor ; 800/182-SMP.05/2022, kop surat yang terlampir dari SMPN 5 itu lengkap dibubuhi tanda tangan dan stempel dari pihak terkait mulai dari terduga pelaku yang berinisial YD, Kepala Sekolah SMPN 5 Ciamis, Kabid Pembinaan SMP Disdik Ciamis, dan Ketua MKKS SMP Kabupaten Ciamis, serta tanda tangan dari kesepuluh siswa-siswi pada, Senin (19/12/2022), di SMPN 5 Ciamis.

Kepala Sekolah SMPN 5 Ciamis, Sukendi, membenarkan adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru BK di SMPN 5 Ciamis yang terjadi pada akhir tahun 2022 lalu.

“Desas-desus itu memang betul adanya. Tapi kejadian itu telah berakhir dengan kesepakatan saling memaafkan,” ungkap Sekendi saat memberikan keterangan melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (31/1/2022) malam WIB.

Sukendi mengatakan dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru yang berinisial YD itu hanya mengelus-elus pundak, dan beberapa siswa ada yang mengaku dipegang sampai ke bagiaan tubuh wilayah pantat saat berpapasan.

Kejadian tersebut, kata dia, sempat mencuat ke publik melalui pemberitaan di salah satu media. Tetapi, berita acara kesepakatan untuk saling memaafkaan lebih dahulu sudah disepakati.

Lebih lanjut, Sukendi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), bahkan sudah melaporkan kepada Disdik Ciamis.

“Kami telah melakukan upaya persuasif agar kejadian ini tidak terulang lagi. Terkait apapun sanksi kepada pelaku, itu bukan wewenang kami. Yang jelas upaya kesepakatan saling memaafkan sudah disepakati bersama,” jelasnya.

1 komentar

  1. terdapat persekongkolan antara pelaku oknum guru dan pihak sekolah serta pihak dinas pendidikan kab. ciamis yg membiarkan dan melindungi pelaku pelecehan seksual..
    hal ini kuatkan dg telah dilakukannya bbrp langkah intimidasi dan pemaksaan kepada korban dan wali murid utk menandatangani surat kesepakatan..
    jgn berpikir mengatasnamakan nama baik sekolah atau kabupaten ciamis, mari sama² kita merenung bgm nasib korban dimasa yg akan dtg…? anda semua bisa menjamin mereka tdk trauma…? anda bisa menjamin mereka tdk dendam dan melakukan tindakan yg lebih dr yg dilakukan oknum guru tsb…??
    sy sbg salah satu orang tua korban, mengecam tegas tindakan oknum gutu tsb, mari kita kawal proses hukum yg sedang berjalan di Polres Ciamis…

Komentar ditutup.