Index of Women Entrepreneurs Bisa Jadi Indikator Emansipasi Wanita?

DiksinasiNews.co.id , Ciamis – Hari ini masyarakat berbondong-bondong mengkampanyekan emansipasi wanita, yang menjamin akses seluas-luasnya bagi perempuan di ranah publik. Sehingga perempuan dapat secara massif berkontribusi di berbagai lini kehidupan. Termasuk di dalamnya bidang ekonomi.

Namun, apakah negara-negara di dunia turut serta menjamin keleluasaan akses tersebut? Simak ulasannya.

Menurut laporan Mastercard Index of Women Entrepreneurs (2021), sebanyak 80% bisnis milik perempuan di skala global yang membutuhkan kredit belum dilayani dengan baik. Pasalnya, masih ada sejumlah negara yang memberlakukan diskriminasi gender di bidang layanan finansial. Semisal, persetujuan suami yang dijadikan syarat administrasi bagi perempuan yang ingin mengajukan kredit. Hal ini menimbulkan kesan bahwa negara tidak percaya akan upaya perempuan dalam membangun atmosfer ekonomi yang mandiri.

Mastercard Index of Women Entrepreneurs mengukur dukungan negara terhadap kewirausahaan perempuan melalui tiga indikator besar.

Pertama, tingkat kemajuan perempuan. Hal ini dinilai dari besarnya proporsi perempuan pengusaha, proporsi perempuan pekerja profesional, hingga tingkat partisipasi kerja perempuan di tiap negara.

Kedua, akses pengetahuan dan layanan finansial. Hal ini dinilai dari tingkat pendidikan perempuan, inklusivitas gender dalam kebijakan layanan keuangan, hingga program dukungan negara untuk UMKM.

Terakhir, kondisi penunjang kewirausahaan. Hal ini dinilai dari kondisi sosial-budaya, regulasi, hingga dukungan infrastruktur bisnis untuk perempuan di tiap negara.

Berdasarkan indikator tersebut, Mastercard memberi nilai kepada tiap negara dengan rentang skor 1-100. Dimana 1 menunjukkan kondisi yang sangat buruk, sedangkan skor 100 menunjukan kondisi sangat baik.

Amerika Serikat mampu memimpin rangking dalam Mastercard Index of Women Entrepreneurs (2021) dengan skor 69,9. Kemudian disusul Selandia Baru dengan skor 69,8 dan Kanada dengan skor 68,6.

Sementara itu, Indonesia mendapat skor 60,5 dan menempati peringkat ke-25 dari 65 negara yang disurvei.

Skor tersebut merepresentasikan bahwa negara-negara di dunia perlu meningkatkan dukungan terhadap kewirausahaan perempuan.

Artinya, keleluasaan akses perempuan akan pendidikan, layanan finansial yang mudah dan adil gender, serta program dukungan bagi UMKM yang dimiliki perempuan masih dalam kisaran angka paling tinggi 69,9.

Rasanya, ini adalah gambaran bahwa emansipasi wanita hanya sebatas slogan penenang saja. Negara belum mampu meletakkan kepercayaannya kepada perempuan untuk mandiri secara ekonomi. Negara belum mampu mendobrak atmosfer bias gender dalam layanan finasial bagi perempuan. Negara belum mampu menyediakan keleluasaan akses pendidikan, akses finansial dan akses pendukung wirausaha bagi perempuan.

(Veve)

1 komentar

Komentar ditutup.