Part 118: Konsepsi Manusia Galuh Kiwari

Setelah pulang dari negeri Eyang Writekandayun, Mama Rohel menerima banyak wejangan dari Eyang Prabu.

banner 468x60

DiksiNasi, Cikarohel – Mama Rohel tampak kurang bergairah.

Ia terlihat sangat lelah.

Setelah pulang dari negeri Eyang Writekandayun, Mama Rohel menerima banyak wejangan dari Eyang Prabu.

Namun, kelelahan itu tidak membuatnya berhenti menerima tamu.

Di Pendopo Tegal Bentar, para tamu telah hadir.

Mereka berasal dari kalangan agama dan budayawan yang ingin mendapatkan pencerahan dari Mama Rohel.

Ajengan Otong mewakili Kalangan agama, sedangkan Ki Gedeng Utama menjadi wakil budayawan.

Setelah menyeruput kopi pagi, Mama Rohel menemui para tamu di Pendopo Tegal Bentar.

“Assalamualaikum, Mama,” sapa Ajengan Otong.

“Waalaikumsalam, Ajengan Otong,” jawab Mama Rohel.

“Aya naon manawi Ajengan meni ngahajakeun ka saung Mama?” ucap Mama Rohel memecah kekakuan.

Ajengan Otong menghela napas sejenak.

Sambil menikmati kopi, ia melanjutkan kisahnya.

“Mama, nampaknya perdebatan akidah tentang Islam dan Galuh segera berakhir. Jauh sebelum perdebatan itu muncul di Galuh, Sunan Gunung Djati telah melakukan islamisasi tradisi budaya Sunda Galuh Pajajaran. Maka, sudah saatnya kita mengakhiri perdebatan akidah yang hanya membuang energi di negeri Kanjeng Prabu ini,” ungkap Ajengan Otong.

Jawaban Mama Rohel

Mama Rohel tidak langsung menanggapi.

banner 336x280