Dua Siswi di Banjar Terserempet Kereta Api saat Melintas Sepur Tanpa Palang, Tragisnya Satu Jiwa Melayang

DIKSI NEWS28 Dilihat

DiksiNasinews.co.id, Banjar – Hari Minggu yang seharusnya tenang berubah menjadi momen tragis ketika dua siswi SMP tertabrak kereta api di perlintasan kereta api Kecamatan Langensari Kota Banjar. Kecelakaan memilukan ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, mengguncang warga setempat.

Korban-korban malang ini diidentifikasi sebagai Mutiara dan Seli, keduanya adalah siswa kelas IX di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Banjar. Mereka sedang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio J saat insiden tragis ini terjadi.

Saksi mata, seorang warga Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, bernama Wahyu, memberikan keterangan mengenai kecelakaan ini.

Menurutnya, korban-korban berusaha menyeberang di lintasan rel kereta api, tetapi mereka tertabrak oleh kereta yang datang. Kejadian ini sangat mendalam, mengingat mereka adalah siswa-siswi muda yang belum memiliki banyak pengalaman dalam menghadapi situasi berbahaya seperti ini.

“Kejadian bermula ketika keduanya hendak menyebarang di lintasan rel kereta api” tutur Wahyu.

Setelah menabrak siswi-siswi tersebut, kereta api sempat berhenti di arah timur dan memberi tahu kepada warga sekitar perlintasan. Warga segera mengecek ke lokasi kejadian dan menemukan korban-korban tersebut tergeletak di sekitar lintasan rel.

“Kemudian saya bersama warga langsung cek ke lokasi, ternyata korban sudah tergeletak” jelas Wahyu.

Kedua siswi ini menderita luka-luka serius, terutama pada bagian wajah mereka. Seli, salah seorang dari mereka, meninggal dunia akibat cedera berat. Mutiara, yang selamat dari kecelakaan ini, mengalami luka di wajahnya dan segera dilarikan ke Puskesmas Langensari untuk perawatan lebih lanjut.

“Korban yang bernama Mutiara masih hidup dan mengalami luka-luka di bagian wajahnya. Petugas, segera membawanya ke puskesmas Langensari ” kata wahyu.

Kejadian ini juga menyorot masalah keselamatan di sekitar perlintasan kereta api di wilayah tersebut. Wahyu, saksi mata, menyatakan bahwa kecelakaan seperti ini sudah sering terjadi di lokasi tersebut karena kurangnya pengawasan dan tidak adanya palang pintu yang memadai.

“Saya tak pernah menghitung, namun sudah kerap terjadi kecelakaan serupa di sini” pungkas Wahyu.

Kasus ini saat ini ditangani oleh pihak kepolisian, tepatnya oleh Polsek Langensari Polres Banjar. Kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memahami penyebab pasti kecelakaan ini dan mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.

(BomBom, Banjar)