Mengenal Pantrangan dan Larangan Situ Lengkong Wisata Andalan Ciamis

DIKSI TRAVELING70 Dilihat

DiksinasiNews.co.id, CIAMIS – Situ Lengkong Wisata Andalan Ciamis Jawa Barat (Jabar), merupakan salah satu tempat wisata di bumi Tatar Galuh Parahyangan yang kini jadi andalan.

Selain diandalkan, situ Lengkong juga terkenal akan panorama keindahannya dan juga dikenal sebagai tempat wisata ziarah yang ada di Kabupaten Ciamis.

Situ Lengkong wisata andalan masyarakat Ciamis, adalah situ atau berupa danau yang berada di Kecamatan Panjalu karena dalam bahasa sunda “Situ” mempunyai arti “Danau”.

Apabila melihat kebelakang, Situ Lengkong ditetapkan sebagai cagar alam berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur Jenderal Belanda (Besluit van den Gouverneur-Generaal van Nederlandsh Indie) Nomor 6 pada tanggal 21 Februari 1919.

Berdasarkan dari data sejarah yang dirangkum dari berbagai sunber, Situ Lengkong wisata andalan Ciamis ini, dulunya kawasan ini merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Panjalu.

Dari penemuan sejarah ini Panjalu berkembang menjadi destinasi wisata alam, budaya, dan juga wisata religi atau ziarah. Dengan adanya hal itu maka Pemerintah Provinsi Jabar menetapkan Panjalu sebagai Desa Wisata pada tanggal 17 Maret 2004 lalu.

Apabila kita mengulas sedikit dari sejarah, di Situ Lengkong terdapat tiga buah pulau kecil (Nusa) dan di tengah Situ Lengkong ada satu pulau yang disebut Nusa Larang dimana di dalam nusa itu terdapat makam Prabu Hariang Kencana (anak Prabu Borosngora).

Konon katanya, menurut sejarah yang tercatat, pada dahulu kala Prabu Borosngora berguru kepada Sayyidina Ali di Mekkah atas perintah dari ayahnya yaitu Prabu Cakra Dewa.

Setelah beliau berguru kepada Sayyidina Ali, Prabu Borosngora kembali ke Panjalu dengan membawa beberapa cenderamata, salah satu diantaranya ada amanat dari ayahnya di mana Prabu Borosngora harus bisa membawa air dalam batok kelapa yang bawahnya berlubang dan hal tersebut disampaikan beliau kepada Sayyidina Ali.

Setelah mendengar hal itu Sayyidina Ali menyuruh Prabu Borosngora membawa air Zam-Zam dan berkat izin Allat swt., air Zam-Zam yang dibawa itu tidak tumpah sama sekali. Selain air Zam-Zam, Prabu Borosngora juga membawa pedang yang diberikan Sayyidina Ali ke Panjalu dan sampai sekarang pedang tersebut disimpian di Museum Bumi Alit.

Setelah sampai di Panjalu air Zam-Zam yang dibawa Prabu Borosngora ditumpahkan ke tempat yang namanya Legok Jambu dan menjadi sebuah danau yang sekarang dikenal sebagai Situ Lengkong.

Nah, untuk para wisatawan sendiri apabila datang ke Situ Lengkong wisata andalan Ciamis ini, haruslah menjaga tatakrama dan sopan santun selama ada di Situ Lenkong. Karena Situ Lengkong ini adalah tempat yang dikeramatkan maka ada beberapa larangan dan juga pantrangan yang dipercaya masyarakat Panjalu dan hal tersebut tidak boleh dilanggar.

Baca juga : Pesona Curug Tujuh Cibolang Ciamis, Destinasi Wisata yang Jarang Diketahui

Beberapa larangan dan pantrangannya diantaranya yaitu tidak boleh mengatakan kalong ketika melihat kelelawar besar yang berada disekitar nusa (area yang dikeramatkan), kemudian juga dilarang mengatakan batok. Pada saat menaiki perahu untuk menuju ke pulau kecil di tengah Situ Lengkong pada saat akan berziarah ke makam keramat pun sopan santun tetap harus dijaga karena dipercaya apabila larangan dan pantrangan tersebut dilanggar maka akan terjadi malapetaka dan itu sudah pernah terjadi.

Kawasan Situ Lengkong Panjalu menyajikan pemandangan yang sangat indah, destinasi wisata yang murah meriah dan juga bisa dijadikan sebagai alternatif wisata bersama keluarga.

Situ Lengkong ini menjadi suatu kebanggan bagi masyarakat Panjalu karena menjadi objek wisata unggulan Ciamis.