Desa Utama Bergejolak, Perusahaan Ingkar Janji, Warga Blokir Akses Jalan Menuju Kandang Sapi

DIKSI NEWS16 Dilihat

DiksiNasinews.co.id, Ciamis – Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Bergejolak, Warga Blokir Akses Jalan menuju kandang sapi yang melalui wilayah mereka.

Letak kandang berada di wilayah pemerintahan desa Pamalayan, namun untuk menuju area tersebut hanya ada satu jalur yang dapat dilalui yakni melewati wilayah desa Utama.

Aparat desa Utama memfasilitasi mediasi antara warga dengan Pt. Dilar Lintas Raya selaku perusahaan terkait penutupan jalan akses menuju kandang Sapi. Rabu, (21/06/2023).

Warga Blokir Akses Jalan Kandang Sapi, Perusahaan Ingkar Janji
Warga Blokir Akses Jalan Kandang Sapi, Perusahaan Ingkar Janji

Warga desa Utama merasa keberatan dengan dipakainya jalan yang melewati wilayah mereka, karena sebelumnya pihak perusahaan tidak melakukan sosialisasi atau koordinasi terlebih dahulu.

Dede Muchsin Ketua Karang Taruna Unit dusun Cihideung menyatakan jika perusahaan tak pernah menggubris kebutuhan warga yang terdampak.

Karang taruna mengajukan proposal kepada pihak perusahaan untuk kegiatan sosial di daerahnya. Namun pihak kandang menyatakan akan menyampaikan hal tersebut ke pihak perusahaan namun tak pernah diakomodir. Karang taruna menyatakan jika pihak perusahaan menjanjikan akan menemui mereka, namun pada kenyataannya hingga saat ini tak pernah sekalipun managemen yang datang terkait hal tersebut.

“Kami pernah mengajukan proposal untuk kegiatan warga, namun pihak perusahaan malah terkesan saling lempar hingga saat ini tak pernah ada tanggapan dari pihak perusahaan” keluh Dede.

Akhirnya warga melakukan penutupan jalur tersebut, dan melaporkan kejadian itu kepada kepala desa utama.

Adapun pihak desa tak pernah minta apapun terhadap pihak perusahaan, terkait kompensasi apapun kades mempersilakan pihak perusahaan langsung dengan warga yang terdampak.

“Kami tak pernah menuntut apapun dari perusahaan, silakan saja lakukan komunikasi dengan warga. Kami hanya memfasilitasi saja” ujar Kades.

Agus Nurul Syam warga sekitar menyatakan jika pihaknya sempat melayangkan surat terkait penutupan jalan tersebut. Isi surat menyatakan jika warga keberatan dan memutuskan untuk menutup akses jalan bagi siapapun kecuali bagi warga lokal.

“Kami pernah berkirim surat ke beberapa pihak, jalan kami tutup untuk siapapun kecuali buat warga lokal” kata Agus.

Agus menjelaskan jika dirinya bersama warga, sempat melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan dan belum mendapat jawaban.

“Pernah dulu sebelum kandang beroperasi, kami bertemu dengan pihak perusahaan tapi mereka belum menanggapi” tambah Agus.

Namun setelah pertemuan tersebut hingga sekarang belum ada realisasi terkait komunikasi yang sebelumnya telah terjalin. Yuli mewakili pihak perusahaan menyatakan permohonan maafnya terkait beberapa hal yang belum dapat mereka laksanakan.

Yuli mengatakan karena berbagai hal, beberapa tuntutan warga belum dapat terealisasi. Pihaknya menambahkan jika dari jajaran perusahaan bermaksud melaksanakan hal tersebut setelah lebaran haji tahun ini.

Yuli pun menambahkan jika warga memaksa, pihaknya akan mengajukan ke managemen. Pihak perusahaan pun bertanya, jalur jalan bagian mana yang rusak serta mereka akan melakukan koordinasi dengan pihak DPUPRP terkait jalan akses ke arah kandang.

“Kami bermaksud memperbaiki jalan setelah berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP), nanti setelah lebaran haji” ujar Yuli.

Andang Irpan Sahara, sesepuh daerah lokal menyatakan sikapnya bahwa pihak perusahaan tidak menghormati beberapa hal penting.

“Jangan mengabaikan pentingnya komunikasi dengan warga wilayah sekitar tempat mendirikan kandang” tegas Andang.

Pada awal pembangunan kandang, pihak perusahaan berbondong datang ke desa utama untuk keperluan administrasi. Namun hingga saat ini pihak perusahaan tidak membangun etika bisnis yang baik, dan tidak ada penyelesaian yang layak.

“Karena setelah kandang berdiri, pihak perusahaan seolah lupa dengan beberapa kewajibannya. Wajar jika warga berang dan tidak menerima pembangunan kandang dengan baik” tambah Andang.

Andang menambahkan jika warga tidak mempermasalahkan tentang kompensasi, namun lebih ke etika perusahaan terhadap lokasi dan warga yang terdampak.

“Jangan seperti pepatah habis manis sepah dibuang, seharusnya pihak perusahaan menjalin komunikasi lebih baik lagi ke depannya” tambah Andang.

Andang mengingatkan jika perusahaan tidak menghargai beberapa perjanjian yang dulu sempat terjalin dengan warga.

Andang menambahkan jika hal yang sekarang terjadi karena pihak perusahaan telah melukai perasaan warga. Hal ini yang menyebabkan warga melakukan penutupan jalan akses ke arah kandang tersebut.

“Perasaan dan hati warga sekarang tersakiti oleh sikap perusahaan, mereka akan tetap menutup akses jalan jika tidak ada itikad baik dari perusahaan” pungkas Andang.