Part 119: Bayar, Bayar, Bayar

Sambil menonton beberapa video, Mama Rohel mengajak para santrinya ngopi bersama.

banner 468x60

DiksiNasi, Cikarohel – Mama Rohel asyik mendengarkan musik dari band Sukatani.

Lagu mereka mendadak viral karena menohok sebagian polisi di negeri sebelah.

Tidak ada sejengkal tanah pun yang luput dari pengawasan aparat.

Di setiap institusi kepolisian, selalu ada polisi baik dan polisi jahat yang bersembunyi di balik seragamnya.

Mama Rohel tidak menutup mata.

Di negeri sebelah, polisi tidak lahir dari penderitaan rakyat.

Baik polisi jujur maupun korup sama-sama memiliki peluang untuk menerima “bayar-bayar” dalam setiap tugasnya.

Sambil menonton beberapa video, Mama Rohel mengajak para santrinya ngopi bersama.

Dodo, yang bertugas piket di Pendopo Tegal Bentar, menyuguhkan gorengan bala-bala.

“Do, lagu Bayar, Bayar, Bayar itu kritik satire yang menggambarkan realitas masyarakat. Siapa pun yang ingin dilayani polisi di negeri sebelah harus membayar. Ada yang diminta, ada yang diperas, dan ada pula yang diinterogasi agar memahami hukum adat ‘cuan’. Jadi, kalau tidak punya uang, sebaiknya jangan berurusan dengan polisi di sana,” ujar Mama Rohel.

Dodo tidak langsung paham karena selama ini dia menghindari segala urusan dengan polisi negeri jiran.

Mama Rohel pun melanjutkan pembicaraannya.

“Kalau memang harus bayar, Mama lebih ikhlas membayar polisi yang bekerja demi kemaslahatan. Polisi yang berprestasi layak mendapatkan apresiasi,” kata Mama Rohel.

Percakapan mereka mendadak terhenti ketika sekelompok pasukan khusus berseragam hitam dan bersenjata lengkap merangsek ke Pesantren Tegal Bentar.

“Dor… dor…!” Suara tembakan memecah kesunyian Kampung Cikarohel.

“Mana yang namanya Dodo?” bentak seorang petugas berwajah sangar.

“Anda terlibat jaringan teroris kampung. Kami tangkap!”

Dodo langsung menggigil ketakutan.

Pikirannya melayang ke orang tuanya di Kampung Babakan.

Mereka pasti tidak punya uang untuk bayar, bayar, bayar.

“Hapunten, Kisanak! Eta santri Mama! Moal mungkin anjeunna terlibat jaringan teroris,” ujar Mama Rohel.

“Duh, reuwas… Kami tak punya uang buat bayar, bayar, bayar,” lanjutnya, mengutip lirik lagu Sukatani.

banner 336x280