Golkar Duduki Posisi Kedua di Jabar Versi Survei Elektabilitas Partai Poltracking Indonesia

DIKSI NEWS17 Dilihat

DiksiNasinews.co.id, Bandung – Elektabilitas Partai Golongan Karya (Golkar) dalam Survei Poltracking Jawa Barat berada pada posisi kedua tertinggi setelah PDIP.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR memerinci di Jawa Barat, elektabilitas Partai PDIP masih bertengger di puncak dengan 15,2 persen, Partai Golkar kedua di 14,2 persen, kemudian Partai Gerindra ketiga dengan 12,9 persen.

“Partai Gerinda berada di posisi ketiga (12,9 persen), Nasdem keempat (7,5 persen), PKB kelima (6,9 persen), PKS keenam (9,0 persen), PAN ketujuh (6,7 persen), Partai Demokrat kedelapan (6,3 persen), PPP kesembilan (4,8 persen), PAN kesepuluh (4,7 persen), dan Partai Buruh kesebelas (2,2 persen) dan sisa 6 partai lainnya dibawah 1 persen ujarnya dikutip melalui rilis surveinya.

Perlu diketahui Poltracking Indonesia menyelenggarakan 5 survei provinsi di Pulau Jawa (DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur) pada 26 November-2 Desember 2022 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Jumlah sampel pada setiap/masing-masing provinsi adalah 1000 responden (DKI Jakarta 1000 responden, Banten 1000 responden, Jawa Barat 1000 responden, Jawa Tengah 1000 responden, dan Jawa Timur 1000 responden) dengan margin of error kurang lebih mencapai 3,1 persen pada setiap provinsi dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara di Jawa Tengah elektabilitas partai berlogo banteng itu juga kian bertaji dengan perolehan 43,1 persen, parpol lain hanya mendapat dibawah 15 persen yaitu PKB dengan 13,3 persen dan Partai Golkar 7 persen dan Gerindra di 5,7 persen

Lalu di Jawa Timur, elektabilitas partai PKB justru lebih unggul dengan 21,6 persen, mengalahkan partai yang dinahkodai Megawati Soekarnoputri di 20,2 persen, dan Gerindra dengan 8,1 persen.

Dan yang terakhir di Banten, survei elektabilitas Partai Gerindra lebih menonjol dengan perolehan 17,6 persen yang disusul oleh Partai NasDem 13,8 persen, dan Partai Golkar 13,3 persen, serta PDI Perjuangan dan Partai Demokrat yang masing-masing meraih 12,6 persen dan 12,2 persen.