Gunung Sampah Sambut Pengunjung Pasar SEHAT Cileunyi Tepat di Gerbang Masuk

DIKSI NEWS7 Dilihat

DiksiNasinews.co.id, Bandung – Gunung sampah seolah menyambut para pengunjung, yang hendak memasuki gerbang pasar SEHAT Cileunyi. Tumpukan Sampah di Pasar Sehat Cileunyi Menimbulkan Aroma Tak Sedap dan Mengganggu Aktivitas Pedagang dan Pembeli.

Para pedagang di Pasar Sehat Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menghadapi masalah yang sulit diatasi. Selain harga yang melonjak pasca-Lebaran 2023, keberadaan tumpukan sampah di belakang pasar semakin menggunung dan tidak bisa diabaikan. Tumpukan sampah ini menimbulkan aroma tak sedap yang dapat dirasakan hingga beberapa ratus meter dari pintu masuk pasar.

Tumpukan sampah di belakang pasar terdiri dari berbagai jenis, seperti barang bekas, sayuran, plastik, dan bahkan kasur. Lalat dan belatung menambah kesan kotor di pasar yang bernama “Sehat” ini. Sampah yang menumpuk mencapai panjang 20 meter dengan ketinggian mencapai 5 meter. Untuk membatasi gunung sampah agar tidak meluas sampai ke bagian pasar lainnya, petugas dan para pedagang memasang plang pembatas.

Mengutip Kompas.Com, salah satu pedagang sembako di Pasar Sehat Cileunyi, Ahmad Mustofa (32), mengungkapkan bahwa tumpukan sampah tersebut sudah menjadi masalah sejak lama.

“Kalau soal itu masalah lama. Ini saja belum diangkut. Kalau kita para pedagang pasti terganggu, apalagi kalau pembeli,” katanya saat ditemui di Pasar Sehat Cileunyi, Rabu (3/5/2023).

Keterlambatan pengangkutan sampah sudah menjadi hal yang biasa. Misalnya, sampah yang menumpuk saat ini belum diangkut sejak beberapa minggu sebelum Lebaran.

Ahmad juga menjelaskan bahwa para pedagang yang berlokasi di dekat gunungan sampah seringkali tutup ketika memasuki siang hari bukan karena tidak ada pembeli, tetapi karena serbuan lalat hijau dari sampah yang menumpuk.

“Kasihan yang di belakang, suka tutup sebelum waktunya karena kalau sampahnya kena panas, pasti sudah itu belatung sama lalat hijau nyamperin, naik sampai ke kios atau ke lantai. Ya, pasti dikeluhkan sama pedagang dan pembeli,” ujar Ahmad.

Hal ini juga berdampak pada pembeli yang datang ke pasar karena bau menyengat yang disebabkan oleh sampah, namun tak sampai mengurangi omzet.

“Kalau sampai omzet turun sih enggak, cuma saya sebagai pedagang merasa enggak nyaman aja makin ke sini,” jelas Ahmad.

Jaja Kurniawan (45), buruh angkut di Pasar Sehat Cileunyi, merasa heran dengan keterlambatan pengangkutan sampah. Padahal, retribusi untuk kebersihan selalu ditarik setiap hari oleh petugas.

“Anehnya ini tetap aja numpuk kayak gini, enggak habis-habis, terus telat lagi,” heran Jaja.

Namun, gunungan sampah masih menjadi masalah di Pasar Sehat Cileunyi. Jaja menuturkan bahwa masyarakat yang sering membuang sampah di sana bisa ditemukan pada pukul 05.00 WIB.

“Kalau mau lihat mah subuh, ngantre yang buang sampah di sini,” jelas Jaja.

Masalah tumpukan sampah di Pasar Sehat Cileunyi sudah lama terjadi dan berdampak pada aktivitas para pedagang dan pembeli. Aisyah (28), seorang pembeli yang sering berbelanja di tempat ini, merasa terganggu dengan keberadaan sampah tersebut.

“Kalau dibilang keganggu mah ya pastilah, tapi gimana ini persoalan udah lama banget, dari saya belum nikah sampai sekarang masih aja gini,” tutur Aisyah.

Meskipun mengganggu, Aisyah tidak punya pilihan lain karena Pasar Sehat Cileunyi adalah pasar terdekat dari tempat tinggalnya. Aisyah berharap agar Pemerintah Kabupaten Bandung serius menangani masalah sampah di pasar dan memperbaiki situasi yang masih menjadi PR di Kabupaten Bandung.

Masalah sampah juga ditemukan tidak hanya di area pasar, namun kadang banyak ditemukan di pinggir jalan.

“Kalau saya pengin pemda itu sadar dan lihat langsung gimana situasinya, karena di Kabupaten Bandung saya rasa soal sampah ini masih PR ya. Buktinya sampah menggunung itu bukan hanya di pasar, tapi kadang banyak ditemukan di pinggir jalan,” pungkas Aisyah.