Krisis Harga Beras Melonjak di Ambang Lebaran: El-Nino Dituding Sebagai Salah Satu Penyebab

Harga Beras Melonjak Naik Menjelang Ramadan dan Idul Fitri: Surplus Panen Raya Ciamis dan Mahalnya Gabah Kering

DIKSI NEWS11 Dilihat
banner 468x60

DiksiNasi, Ciamis – Di tengah kekhawatiran warga menjelang Lebaran dan Idul Fitri 2024, harga beras di Indonesia mencatatkan kenaikan signifikan, mencapai Rp14.000 per kilogram untuk jenis medium dan Rp18.000 per kilogram untuk beras premium, menjadi lonjakan “tertinggi dalam sejarah”. Fenomena El-Nino, yang mengganggu pola cuaca global, banyak pihak menudingnya sebagai biang keladi, mempengaruhi siklus tanam dan panen di berbagai daerah, termasuk Ciamis.

Kepanikan Masyarakat

Pedagang pasar dan pengamat pertanian mengamati lonjakan ini dengan kecemasan, sebagaimana ratusan warga di Sumedang, Kota Bandung, Bekasi, dan Probolinggo terlihat mengantre demi beras murah dalam operasi pasar yang tersedia dari pemerintah. Beras subsidi dari Bulog memiliki harga Rp10.200 per kilogram, upaya pemerintah untuk meredam kenaikan harga.

banner 336x280
El – Nino Sebagai Penyebab

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Dadan Suhendar, S.Hut., menyoroti dampak El-Nino terhadap pola tanam, yang mengakibatkan mundurnya musim panen raya hingga Maret – April 2024, berpotensi menaikkan harga beras di pasar.

“Biasanya, para petani di Ciamis melakukan panen raya di bulan Februari dan Maret, namun terpaksa harus bergeser mengikuti masa tanam yang mundur,” ungkap Dadan. Rabu, (28/02/2024).

Operasi Pasar

Pemerintah Kabupaten Ciamis, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, bertindak cepat dengan menggelar operasi pasar di berbagai daerah untuk menjaga stabilitas harga.

banner 336x280