Rocky Gerung : Pertemuan Anies-Gibran Bikin Pendukung Jokowi Sakit Perut dan Panas Dingin

DIKSI NEWS0 Dilihat

Diksinasinews.co.id, Nasional – Pengamat Politik Rocky Gerung membahas mengenai pertemuan Gibran dan Anies Baswedan akan membuat pendukung Jokowi sakit perut, panas dingin dan cemas.

Hal ini menunjukan fanatisme itu sangat luar biasa. Padahal anak Presiden sendiri Gibran ini tidak fanatik terhadap pembelahan yang sengaja dibuat oleh para buzzer Jokowi.

“Saya kira Gibran ini tau kalau para buzzer ini hanya menjilat saja, dia juga pasti iba dengan evaluasi bahwa perbuzzeran ini hanya memecah belah memperburuk demokrasi.

Dan para penjilat di sekitar Jokowi ini justru adalah kalangan yang tadinya dianggap intelektual tapi malah menjadi fanatik dan sangat terlihat,” tutur Rocky dikutip dari Podcast YouTube Rocky Gerung Official bersama Jurnalis Senior Forum News Network (FNN) Hersubeno Arief pada Rabu, (16/11/2022)

Lanjut Rocky mungkin yang blingsatan bukan hanya para pendukung Jokowi, PDIP sudah pasti merasa bahwa pertemuan Anies dan Gibran itu memecah belah PDIP.

“Padahal Gibran ini kadernya, seharusnya tidak perlu merasa atau mengira akan terjadi pecah belah kalo bukan karena ada suatu hal yang memungkinkan Gibran ini akan tumbuh secara mandiri diluar pengasuhan PDIP,” katanya.

Masih menurut Rocky, Gibran ini punya satu sikap didalam berpolitik tidak mau dikaitkan dengan ayahnya (Jokowi), jadi terlihat ada persiapan Gibran ini untuk masuk dalam politik tanpa melalui fasilitas PDIP maupun fasilitas Jokowi.

“Gibran ini punya pikiran yang lain dibandingkan dengan kader yang ada di PDIP, menurut saya watak beliau tidak kompetibel juga dengan PDIP, meskipun ayahnya Presiden Gibran tidak mungkin meniru cara berpolitiknya.

Karena Gibran ini Milenial justru lebih cenderung satu arah dengan gaya berpolitiknya Anies yang lebih dekat dengan milenial,” paparnya.

Pertemuan Gibran-Anies Mengubah Cara Pandang Istana Terhadap Anies

Rocky Gerung berpendapat pertemuan mereka ini secara tidak langsung mengubah cara pandang istana terhadap Anies Baswedan.

Sebelum pertemuan itu sudah pasti Gibran berkomunikasi dengan Jokowi untuk izin hendak bertemu dengan Anies dan secara tidak langsung ini menunjukan sinyal bahwa istana merasa harus ada pencairan suasana dari ketegangan selama ini.

“Sebetulnya tidak ada problem yang berat disitu terkecuali bagi mereka yang berfikir dungu dalam berpolitik, mereka menganggap politik itu harus frontal dan tidak mungkin ada percakapan.

Memang frontal itu pasti dalam Pemilu, tetapi upaya untuk bangsa ini kedepannya percakapan itu harus dilakukan seperti halnya pertemuan Gibran dan Anies kemarin,” tandasnya.

Hal ini dapat disimpulkan bagi kita bahwa pertemuan ini senang-senang dan tidak ada problem yang berat, dan adapun yang marah-marah itu urusan perbedaan yang paling penting adalah keakraban dalam berbangsa ini tujuannya semakin terwujud.

Menyikapi hal tersebut Gibran Rakabuming tidak ambil pusing dengan berbagai anggapan orang-orang mengenai pertemuannya dengan Anies.

Meski enggan banyak berkomentar, ia mengucapkan terima kasih kepada Rocky atas motivasi yang diberikan.

“Nggak tahu juga, aku santai. Kita lihat nanti seperti apa. Makasih Bang Rocky motivasinya,” katanya dikutip dari Antara.

Mengenai penilaiannya terhadap Anies Baswedan, Gibran mengatakan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut merupakan sosok yang baik. Ia juga pernah bertemu beberapa kali dalam berbagai kesempatan.

“Terakhir pas peresmian Masjid Istiqlal,” tandasnya.