Pelajar SMP Borong 7 Medali Kompetisi Debat di AS, Ungguli 700 Pelajar dari 45 Negara

DIKSI YOUTH1 Dilihat

DiksinasiNews.co.id, AS – Denzell Malachi Freddynanto belakangan mencuri perhatian, karena prestasinya yang berhasil mewakili Indonesia di kompetisi debat bergengsi dunia, yakni Tournament of Champions, World Scholar’s Cup di Universitas Yale, Amerika Serikat (As) pada bulan November lalu.

Denzell merupakan pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Mengengah Pertama (SMP). Tak tanggung-tanggung, ia berhasil membawa pulang sebanyak enam medali emas dan satu medali perak. Semua prestasi tersebut, dia raih dari kompetisi Debat di negeri super power itu.

Tak main-main, pesaing atau peserta lain sebanyak 700 peserta yang berhadapan dengan Denzell nyatanya juga berasal dari 45 negara lain di berbagai belahan dunia.

Bagaimana cara Denzell bisa mengungguli mereka semua?

Menyisihkan 700 peserta dari 45 negara

Dengan pencapaian yang diperoleh, Denzell berhasil mengungguli ratusan peserta lain tersebut, dan jadi yang paling unggul.

Denzell saat ini merupakan siswa kelas 9 sekolah Mentari Intercultural School Bintaro. Pelajar sekolah internasional tersebut menjelaskan, jika selama ini ia banyak belajar dari kompetisi debat sebelumnya. Terlebih, ia juga mengaku banyak berlatih dengan menyaksikan video debat profesional pada platform jejaring sosial dan konten YouTube.

“Aku suka latihan dengan buka YouTube, lihat debat yang sedang berjalan, dan aku debat dengan mereka, walaupun mereka tidak bisa debat dengan aku, jadi aku dapat melatih diri agar bisa pikir on the spot dengan cepat,” jelas Denzell, mengutip VOA Indonesia.

Sebenarnya selain Denzell, masih ada juga sejumlah pelajar lain dari Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam kompetisi ini. Dalam prosesnya, mereka harus melalui rangkaian tahap uji mulai dari debat individu, hingga debat kelompok. Selain itu mereka pun aktif menulis, hingga cerdas cermat yang mana semuanya dilakukan dalam bahasa Inggris.

Kompetisi debat itu sendiri berlangsung selama enam hari di New Haven, Connecticut. Sementara sebelum berangkat ke negeri Paman Sam, sejumlah pelajar Indonesia yang ikut berpartisipasi termasuk Denzell juga lebih dulu mengikuti tahap penyisihan baik di tingkat regional maupun global.