Tanpa Ikut Kualifikasi Indonesia Tetap Ambil Bagian di Piala Dunia Qatar 2022, Koq Bisa ?

DIKSINASI, Piala Dunia Qatar 2022 – Kesebelasan Indonesia memang gagal dalam kualifikasi penyisihan untuk masuk 32 tim yang berlaga di perhelatan akbar empat tahunan ini. Namun Indonesia tetap ikut dalam setiap pertandingan yang digelar selama 28 hari tersebut. Al Rihla bola resmi Piala
Dunia keluaran Adidas, ternyata diproduksi di Madiun Jawa Timur.

Bendera Nasional Qatar adalah salah satu elemen yang menginspirasi pola yang tercetak di Al Rihla. Mengutip laman resmi FIFA, budaya, kapal ikonik dan arsitektur adalah hal lain yang menjadi referensi warna cerah yang menjadi komposisi desain bola.

Al Rihla yang mempunyai arti  perjalanan dibuat oleh Adidas yang mempercayakan seluruh prosesnya kepada Global Way Indonesia ( GWI ) untuk memproduksi bola tersebut.

Dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Perusahaan ini telah mengekspor bolanya ke Uni Emirat Arab, Jerman, Inggris, Amerika Serikat, dan Brasil.

Sebagai bukti jika Indonesia berkontribusi dalam turnamen terbesar sepakbola dunia ini, Khofifah Indar Parawangsa Gubernur Jawa Timur diketahui sempat pamer Al Rihla di akun media sosialnya beberapa waktu silam. Dalam postingan di Instagram, Khofifah menyatakan jika Indonesia akan turut serta dalam Piala Dunia lewat Al Rihla.

“Inilah bola yang akan digunakan pada kompetisi Piala Dunia 2022 di Qatar. Di ajang olahraga terakbar di planet itu, Indonesia punya peran penting di setiap pertandingannya,” dikutip dari Instagram Khofifah.

FunFact

Al Rihla dibuat dengan teknologi tinggi yang berfokus pada kecepatan sehingga bola bisa bergerak lebih cepat dengan akurasi dan stabilitas yang juga sudah diukur.

Terdapat dua desain teknologi baru tersebut adalah CTR-CORE dan Speedshell. CTR-CORE adalah bagian inti bola yang inovatif didesain untuk meningkatkan akurasi dan konsistensi, mendukung permainan yang cepat dan tepat dengan retensi bentuk dan udara yang maksimum.

Speedshell, yaitu merupakan kulit polyurethane (PU) pada bola yang memiliki tekstur mikro dan makro serta dilengkapi dengan bentuk panel dengan 20 bagian terbaru, yang meningkatkan aerodinamika untuk meningkatkan akurasi, stabilitas, dan tembakan yang tajam.

Profesor fisika di University of Lynchburg, John Eric Goff, yang mempelajari fisika olahraga mengatakan bahwa desain Al Rihla membuat bola ini memiliki aerodinamika tinggi.

“Di antara tembakan ke gawang, tendangan bebas, dan operan panjang, banyak momen penting dalam pertandingan sepak bola terjadi saat bola berada di udara. Jadi salah satu karakteristik terpenting dari sebuah bola sepak adalah bagaimana bola bergerak di udara,” kata Goff, dikutip dari The Conversation, Rabu (23/11/2022).