Guru Penggerak Mempertanyakan Nasib Mereka, Begini Kata Mas Mentri Nadiem

DiksinasiNews.co.id – Guru Penggerak merupakan program yang diluncurkan oleh Kementerian dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada tahun 2019 lalu. Program ini dilakukan dengan menempatkan guru-guru terbaik ke sekolah-sekolah yang sedang membutuhkan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nadiem Makarim mengungkap, program ini akan terus berlanjut dan akan diperkuat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Tidak sedikit pula yang mempertanyakan nasib Guru Penggerak hingga akhirnya Nadiem Makarim memberikan jaminan kepastian atas nasib mereka.

Nadiem mengungkap nasib guru penggerak juga menjadi kecemasan Kemdikbud . Karena hal ini Nadiem memperoleh pertanyaan dari guru di seluruh Indonesia.

Awal tahun 2020 lalu, Nadiem Makarim mengumumkan bahwa akan menempatkan lebih dari 10.000 guru terbaik yang ada di sekolah-sekolah yang membutuhkan.

Tahun 2023 tentu jumlah guru pada program ini akan lebih banyak lagi sehingga bisa membuat pemerataan kualitas pendidikan dan pengajaran yang lebih baik.

“Setiap inisiatif yang telah dilakukan tersebut selalu di desain untuk melakukan perancangan supaya sulit diputar balik dan sulit dihilangkan,” Ungkap Nadiem.

Artinya, para lulusan program ini yang menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah sampai selanjutnya akan terus tetap mempertahankan kedudukannya sebagai kepala sekolah maupun pengawas sekolah.

“Nah sekarang coba saya tanya beberapa hal buruk kalau misalnya sudah ada 50 sampai 100.000 guru penggerak, dan mereka sudah menjadi, mungkin setengah dari mereka sudah menjadi kepala sekolah dan pengawas,” terangnya.

Tidak sedikit pula para peserta angkatan program ini merasa takut akan perubahan kebijakan setelah mengikuti Program Guru Penggerak.

“Itu mau diapa-apain, mau kebijakan berubah pun, bagaimana itu bisa berubah? mereka sudah di dalam posisi-posisi kepemimpinan mereka akan mendorong perubahan,” jelas Nadiem.

Nadiem kembali menegaskan, kebijakan yang berubah tidak bisa mengubah posisi yang telah dicapai oleh para lulusan dari Program Guru Penggerak ini baik itu kepala sekolah atau pengawas sekolah.