Hari Batik Nasional, Kain Tradisional Simbol Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO

DIKSI NEWS7 Dilihat

DiksiNasinews.co.id, Jakarta – Hari Batik Nasional, banyak di antara kita yang tidak mengetahui tentang sejarah kain tradisional Indonesia ini. Sebagai salah satu warisan budaya, kita harus berbangga dengan eksistensi kain batik yang semakin mendunia.

Asal Usul Batik

Batik adalah seni tekstil yang menggunakan teknik pewarnaan khusus untuk menciptakan pola-pola rumit pada kain. Asal usul batik tidak dapat dilepaskan dari sejarah Indonesia. Batik diyakini telah ada sejak zaman prasejarah, tetapi penggunaannya sebagai seni kain menjadi lebih jelas selama masa pengaruh Hindu-Budha dan berlanjut selama masa kejayaan Majapahit di Jawa.

Di era Majapahit, bangsawan Wengker mengeksploitasi batik dari Ponorogo dan memperkayanya di Kerajaan Majapahit. Pada abad ke-15, di desa Mirah, seorang anak lurah menemukan kegiatan pembatikan saat mencari ayam jagonya.

Di Ponorogo, sebelum abad ke-7, bermunculan kegiatan pembatikan yang kemudian mempengaruhi produksi batik di Jawa Tengah. Batik Ponorogo, yang sering mendapat julukan sebagai batik irengan karena menggunakan warna hitam pekat dan memiliki unsur-unsur magis, menjadi cikal bakal perkembangan batik di Jawa Tengah.

Hari Batik Nasional 2 Oktober

Indonesia, memperingati Hari Batik Nasional setiap tahun pada tanggal 2 Oktober. Perayaan ini sejalan dengan pengakuan UNESCO terhadap Batik Indonesia sebagai “Intangible Cultural Heritage of Humanity” atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.

UNESCO, memberikan anugerah ini pada tanggal 2 Oktober 2009. Menurut UNESCO, Batik Indonesia melambangkan kehidupan manusia dari awal hingga akhir. Pola, teknik, dan budaya yang terkait dengan proses pewarnaan kain katun dan sutra dengan tangan, terkenal sebagai Batik Indonesia, menjadi simbol perjalanan kehidupan dari lahir hingga akhir hayat.

Batik bermanfaat dalam berbagai konteks, seperti gendongan bayi yang berhiaskan simbol keberuntungan atau pakaian berkabung yang menggunakan simbol berduka.

Kota Pusat Produksi Batik: Pekalongan

Meskipun Batik diproduksi di berbagai daerah di seluruh Indonesia, kota yang paling dikenal sebagai pusat produksi batik adalah Pekalongan, Jawa Tengah. Pekalongan memiliki sejarah panjang sebagai kota batik dan terkenal dengan motif-motif unik yang tercipta oleh para perajinnya.

UNESCO dan Batik

Pengakuan Batik sebagai Warisan Kemanusiaan oleh UNESCO pada tahun 2009 adalah tonggak bersejarah bagi Indonesia. Pengakuan ini bertujuan untuk menjaga dan melindungi warisan budaya yang unik ini. Proses pengakuan melibatkan penyusunan berkas nominasi oleh pemerintah Indonesia, berkoordinasi dengan UNESCO, dan pengakuan internasional. Pada tahun tersebut, Batik Indonesia masuk sebagai manifestasi budaya yang memiliki nilai estetika dan filosofi mendalam.

Inovator Batik Indonesia

Batik bukan hanya sekadar kain, melainkan juga cerminan kekayaan budaya Indonesia. K.R.T. Hardjonagoro, yang lebih kita kenal dengan nama Go Tik Swan, mahsyur sebagai penemu batik pertama di Indonesia.

Beliau adalah seorang seniman asal Surakarta yang mempopulerkan seni batik klasik dan modern di Tanah Air. Sejarah Batik Indonesia terkait erat dengan perkembangan Kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa. Batik berkembang pada zaman Kesultanan Mataram, dan kemudian meneruskan warisan tersebut pada zaman Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Hari Batik Nasional yang kita peringati setiap 2 Oktober adalah momentum untuk merayakan kekayaan budaya Indonesia melalui batik. Perekaman batik sebagai Warisan Kemanusiaan oleh UNESCO memberikan pengakuan global atas nilai budaya Indonesia. Ini juga mengingatkan kita tentang keberlanjutan upaya kita untuk menjaga dan melestarikan warisan ini untuk generasi mendatang.