Heboh Mahasiswa Lakukan Perbuatan Tak Senonoh Saat KKN, Istri Kades Membantah Rumor yang Beredar

DIKSI NEWS12 Dilihat

DiksiNasinews.co.id, Yogyakarta – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) diduga melakukan perbuatan tak senonoh di salah satu rumah di lokasi KKN mereka yang terletak di Desa Pucungroto, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Dalam kabar yang viral di media sosial, istri kepala desa memergoki perbuatan kedua mahasiswa itu, dan keduanya pun langsung dipulangkan. Namun, sang kepala desa menyebutkan jika faktanya berbeda dari yang beredar dan menjadi viral di media sosial. Kepala Desa Pucungroto, Eddy Widodo, menyampaikan kejadian sebenarnya yang terjadi pada Senin (26/6/2023).

Eddy Widodo menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak separah seperti yang diberitakan secara luas di media sosial.

“Memang saat kejadian, kedua mahasiswa tersebut sedang duduk di ruang tamu, tapi tidak ada yang berbuat mesum,” ujar Eddy, dikutip dari TribunJateng.com. Selasa (4/7/2023).

Eddy menjelaskan bahwa mereka hanya duduk berdua di kursi ruang tamu, dan saat itu ada teman mereka yang sedang melaksanakan salat di tempat yang sama. Dengan begitu, terlihat bahwa tuduhan perbuatan asusila yang beredar secara luas tidaklah benar.

Istri Kepala Desa Pucungroto, Siti Maesaroh, juga membantah kabar yang menyebut dia memergoki kedua mahasiswa tersebut berbuat mesum.

“Tidak benar, saya sedang sibuk memasak dan mencari rumput di hutan,” ujar Maesaroh. Dia juga menambahkan bahwa berita tersebut terlalu dilebih-lebihkan.

Viralnya berita mengenai dugaan perbuatan mesum yang melibatkan mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah menyebabkan kelompok mahasiswa tersebut merasa tertekan secara psikologis. Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Rustamadji mengungkapkan hal tersebut telah membuat psikis mereka terganggu.

Meskipun program KKN tetap berjalan, namun kondisi mental kelompok mahasiswa terguncang oleh rumor yang beredar tersebut. Demi membantu pemulihan mental mereka, kampus akan segera mengirimkan tim psikolog untuk memberikan pendampingan.

Rustamadji menjelaskan bahwa tim psikolog telah mendapatkan briefing mengenai persoalan yang terjadi di lapangan agar dapat memberikan bantuan yang tepat. Sementara itu, program KKN di desa tersebut tidak akan dihentikan, karena tetap terkait dengan pemberdayaan masyarakat.

Pihak UGM menegaskan bahwa program yang telah direncanakan akan tetap berjalan sesuai keputusan, hanya saja kelompok mahasiswa yang terlibat meminta waktu untuk konsolidasi kembali setelah peristiwa yang menimpa mereka.

Dalam perkembangan lainnya, cuitan viral tentang dugaan perbuatan mesum oleh mahasiswa UGM di lokasi KKN telah menyebar di media sosial. Namun, setelah dilakukan investigasi oleh kampus dengan melibatkan saksi-saksi dan perangkat desa, tidak ditemukan fakta yang mendukung tuduhan tersebut. UGM menyatakan bahwa kasus ini telah selesai dan ditutup pada Senin, 3 Juli 2023.

Rustamadji juga menegaskan bahwa rumor mengenai dugaan perbuatan mesum tersebut tidak benar. Dia membantah adanya video atau foto yang menunjukkan perbuatan tersebut oleh mahasiswa KKN UGM.

“Penolakan dan pemulangan kelompok KKN UGM tidak terjadi. Saat ini, proses penanganan sudah dilakukan dan diharapkan semua pihak dapat menghadapinya dengan bijaksana,” pungkasnya.