Aneurisma: Penyebab, Risiko, dan Cara Mencegahnya, Anda Harus Mengetahuinya Sebelum Semuanya Terlambat !

DiksiNasinews.co.id, – Aneurisma adalah kondisi serius yang terjadi ketika dinding arteri melemah dan membentuk tonjolan atau kantung yang bisa pecah. Kondisi ini dapat terjadi pada arteri di berbagai bagian tubuh, seperti otak, aorta (pembuluh darah utama dalam tubuh), dan arteri di area lainnya. Aneurisma merupakan ancaman serius bagi kesehatan dan nyawa seseorang jika tidak diobati atau terjadi pecahnya aneurisma tersebut.

Penyebab Aneurisma:
  1. Kelemahan Bawaan: Beberapa individu memiliki kecenderungan bawaan untuk memiliki dinding arteri yang lebih lemah, sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini.
  2. Aterosklerosis: Kondisi ini terjadi ketika plak atau penumpukan lemak terjadi di dalam arteri, menyebabkan penebalan dan melemahnya dinding arteri.
  3. Tekanan Darah Tinggi: Tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat menyebabkan dinding arteri menjadi tegang dan melemah.
  4. Merokok: Kebiasaan merokok dapat merusak dinding arteri, mempercepat perkembangan aterosklerosis, dan meningkatkan risiko penyakit ini.
  5. Cedera atau Trauma: Cedera pada arteri dapat menyebabkan melemahnya dinding arteri dan berpotensi menyebabkan terbentuknya penyakit ini.
Risiko Aneurisma:

Penyakit ini dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa. Jika penyakit ini terjadi di otak, pecahnya aneurisma tersebut dapat menyebabkan pendarahan otak yang disebut perdarahan subarachnoid. Aneurisma yang pecah di daerah lain tubuh juga dapat menyebabkan perdarahan internal yang serius dan mengancam nyawa.

Cara Mencegah Aneurisma:
  1. Kontrol Tekanan Darah: Penting untuk menjaga tekanan darah tetap dalam kisaran normal dengan mengadopsi gaya hidup sehat, mengikuti pola makan seimbang, berolahraga secara teratur, dan menghindari stres berlebihan.
  2. Berhenti Merokok: Merokok dapat merusak dinding arteri dan meningkatkan risiko aneurisma. Berhenti merokok merupakan langkah penting dalam pencegahan penyakit ini dan masalah kesehatan lainnya.
  3. Makan Sehat: Mengonsumsi makanan sehat yang rendah lemak jenuh, kaya serat, dan rendah garam dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.
  4. Olahraga Teratur: Melakukan aktivitas fisik secara teratur membantu menjaga kekuatan dan fleksibilitas arteri, serta menjaga berat badan yang sehat.
  5. Hindari Stres Berlebihan: Manajemen stres yang efektif melalui teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau hobi yang menyenangkan dapat membantu menjaga kesehatan arteri.
Dokter Spesialis Bedah Syaraf, dr. Nia Yuliatri, SpBS MKes, FINVS, FINSS, menjelaskan bahwa penyakit ini adalah kondisi di mana terjadi penipisan dan penggelembungan dinding pembuluh darah pada suatu area lokal.

“Dalam penyakit ini, hampir seluruh bagian pembuluh darah dapat mengalami penggelembungan, tidak hanya pada satu sisi atau arah tertentu, tetapi juga bisa melingkari daerah tertentu,” kata Nia.

Jika pembuluh darah yang terkena penyakit ini berada di arah kepala atau otak, maka disebut aneurisma otak.

“Sebagian besar pembuluh darah yang dipompa dari jantung mengalir ke otak. Oleh karena itu, jika terjadi kelainan pembuluh darah seperti aneurisma di otak dan kemudian pecah, hal itu dapat berakibat fatal,” ungkapnya.

“Sebanyak 50 persen dari kasus pecahnya pembuluh darah mengakibatkan kematian. Dari mereka yang selamat, sekitar 66 persen mengalami cacat permanen,” Pungkas Nia.