Jembatan Cidugaleun Putus Tergerus Derasnya Arus, Ribuan Warga Tasikmalaya Terisolir

DIKSI NEWS14 Dilihat

DiksiNasinews.co.id, Tasikmalaya – Jembatan Cidugaleun yang menghubungkan dua Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya terputus karena terbawa arus sungai yang meluap akibat derasnya debit air. Kejadian yang membarengi lebatnya hujan yang mengguyur Tasikmalaya ini tak luput membuat beberapa aktivitas terganggu. Minggu (7/5/2023) sekitar pukul 17.30 WIB.

Jembatan ini merupakan penghubung dua kecamatan, yaitu Cigalontang dan Sariwangi, dengan dua desa, yaitu Desa Cidugaleun dan Parentas, yang terputus aksesnya.

Kapolsek Cigalontang AKP Dian S Setiana membenarkan kejadian ini dan beruntungnya tidak ada warga yang melintas di lokasi saat kejadian.

“Betul kejadian petang ini. Saya merapat ke lokasi dan akan berjaga bersama anggota agar tidak ada warga yang melintas. Khawatir ada warga yang tidak tahu melintas dan terjerembab. Maka kami antisipasi hal ini dengan berjaga di lokasi,” kata Dian.

Jembatan terputus setelah fondasi ujung jembatan amblas terbawa arus dan bagian tembok penahan tebing juga longsor.

Ribuan warga harus memutar lebih jauh sekitar 5 kilometer saat menuju ibu kota Kabupaten Tasikmalaya.

“Yah terhambat aksesnya warga Dua Desa Cidugaleun dan Parentas, mereka harus memutar lebih jauh sekitar 5 kilometer kalau mau ke ibu kota kabupaten,” kata Dian.

Sementara itu, di Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sungai Pajagan meluap akibat diguyur hujan deras pada hari yang sama. Dua puluh rumah serta mesjid terendam air antara 30 sampai setengah meter, bahkan pengajian rutin warga terpaksa batal digelar karena mesjid terendam banjir.

Ustadz Asep seorang pemuka Agama setempat membenarkan kejadian masuknya air ke dalam mesjid, kejadian ini menghambat kegiatan keagamaan untuk sementara waktu.

“Iya banjir masuk mesjid, pengajian terpaksa batal. Kita harus bersih bersih dulu,” kata Ustaz Acep

Belasan warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang tidak terendam air dan korban banjir berusaha menyelamatkan barang berharga miliknya agar tidak terendam air. Ketua Rt Pajagan, Jajang Rizal menuturkan jumlah bangunan yang terendam akibat kejadian ini.

“Ada 20 rumah terendam dan parah tujuh rumah sampai setengah meter. Satu masjid parah juga. Ini akibat sungai meluap,” kata Jajang.

Peristiwa ini menjadi keprihatinan banyak pihak, terutama bagi warga yang terdampak langsung. Pemerintah setempat harus segera mengambil tindakan untuk menangani dampak dari kejadian ini, seperti melakukan perbaikan pada jembatan dan memberikan bantuan bagi warga yang terdampak banjir.

Peristiwa ini sempat direkam oleh kamera warga dan menjadi viral di media sosial. Rekaman video berdurasi 26 detik menunjukkan detik-detik jembatan amblas dan sejumlah warga yang panik berlarian menjauh dari lokasi.

Seorang warganet sempat mengabadikan kejadian naas tersebut dan mengunggahnya di media sosial, dan sontak menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Terdengar celotehan sang perekam kejadian, ketika melihat jembatan Cidugaleun mulai ambruk dan akhirnya sirna terbawa arus sungai.

“Duh jembatan potong awas awas. Kudu up date ieu mah (duh, jembatan putus harus update ini),” teriak perekam video.

Selain itu, perlu juga dilakukan langkah-langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang, seperti melakukan pemeliharaan yang teratur pada infrastruktur jembatan dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu waspada dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.