Kobaran Sijago Merah Melahap Pabrik Nata de Coco di Pamalayan, Warga Malah Asyik Menonton

DIKSI NEWS11 Dilihat

DiksiNasinews.co.id, Cijeungjing – Kobaran Api melahap salah satu pabrik Nata de Coco, di bilangan Cijeungjing tanpa ampun. Kejadian yang diduga berawal dari hubungan arus pendek listrik tersebut, membumihanguskan bangunan yang terletak di Dusun timbang windu RT 029 RW 010 desa pamalayan kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Minggu, (25/06/2023).

Eso (48) warga setempat sekaligus saksi mata kejadian menyebutkan, sekitar pukul 16.30 kejadian bermula dan tak lama kemudian sijago merah nampak berkobar diikuti oleh asap hitam pekat yang membumbung tinggi.

“Saya baru pulang dari kebun saat kejadian, dari jauh melihat asap hitam dari lokasi. Saya langsung kasih tahu warga lain dan perangkat desa agar segera mendapat tindakan” ujar Eso.

Tak berselang lama nampak babinsa, babinkamtibmas serta aparat desa mendatangi lokasi. Anggota Tagana serta Damkar pun datang menyusul laporan dari pihak terkait, dan segera melakukan evakuasi serta upaya pemadaman.

Dudung Ramdani anggota Tagana yang bertugas di tempat kejadian menyebutkan jika penyebab kebakaran adalah akibat hubungan arus pendek listrik menurut dugaan sementara.

“Hubungan arus pendek listrik, kami duga menjadi penyebab kebakaran ini. Kami imbau masyarakat agar menjauh dari lokasi mengingat potensi api menyebar tertiup angin” ujar Dudung.

Dudung menambahkan kerugian yang ditaksir akibat amukan Sijago merah tersebut sekitar Rp. 75.000.000,00. Tak ada korban jiwa dari petaka tersebut, karena pabrik sedang libur dan tak satupun karyawan masuk kerja.

“Tak ada korban jiwa, hanya kerugian kami taksir sekitar tujuh puluh lima juta rupiah akibat kebakaran ini” tambah Dudung.

Kejadian yang menjadi tontonan warga tersebut segera mendapat penanganan dari Damkar dan Tagana kab. Ciamis. Beberapa pihak terlihat terlibat dalam proses penanggulangan bencana, mereka bahu membahu demi padamnya kobaran api serta mencegah bahaya lain yang timbul.

Rehan (31) warga sekitar yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, menyebut jika dirinya sedang mengasuh anaknya saat kejadian berlangsung.

“Saya sedang jalan-jalan ngasuh anak, eh terlihat asap hitam akhirnya saya mampir dan melihat sebentar” ujar Rehan.

Rehan menyebut heran dengan warga sekitar, mereka antusias melihat proses evakuasi dan pemadaman yang dilakukan oleh Damkar serta Tagana.

“Saya kok heran, ada kebakaran warga malah nonton. Mungkin mereka haus hiburan” pungkas Rehan.