Bawaslu Gelar Rakor dan Bimtek di Hotel Tasikmalaya, Pengusaha Muda Sebut Potensi PAD Ciamis Hilang!

DIKSI FINANCE34 Dilihat

DiksiNasinews.co.id, Ciamis – Akun Instagram @panwaslukeccidolog secara aktif membagikan setiap kegiatan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Ciamis.

Rutinitas ini menarik perhatian Peri Heryanto atau publik lebih mengenalnya dengan julukan bung Ape, seorang pengusaha muda asal Tatar Galuh, yang memberikan komentar terhadap salah satu postingan berjudul “RAPAT KOORDINASI PENGAWASAN LOGISTIK PEMILU TAHUN 2024 BAGI PANWASLU KECAMATAN SE-KABUPATEN CIAMIS.”

Potensi PAD Ciamis Hilang

Menyikapi isi postingan “Panwaslu Kecamatan Cidolog Menghadiri kegiatan Rakor Pengawasan Logisitik Pemilu Tahun 2024 kegiatan yang dilaksanakan oleh BAWASLU KABUPATEN CIAMIS Hari Rabu, 29 November 2023 | Grand Metro Hotel Tasikmalaya”. Bung Ape menyebut jika ada potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang seharusnya masuk ke Ciamis, malah menjadi pemasukan bagi daerah lain.

“Ada potensi PAD yang hilang ketika mereka menggelar acara di luar Ciamis, sungguh sayang kala anggaran kita defisit tapi malah bikin acara yang menjadi sumber PAD daerah lain” ungkap Bung Ape. Minggu, (03/12/2023).

Kondisi Ekonomi Ciamis Defisit

Peri menyampaikan prihatinnya, terkait keputusan Bawaslu yang menyelenggarakan kegiatan di luar daerah. Terlebih, dalam kondisi ekonomi Ciamis yang sedang mengalami defisit. Menurutnya, kegiatan seperti rapat koordinasi dan bimbingan teknis sebaiknya mereka gelar di Ciamis demi mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah.

“Saya sebagai masyarakat, merasa prihatin atas keputusan Bawaslu yang menyelenggarakan berbagai kegiatan di luar daerah. Mengingat, kondisi kabupaten Ciamis saat ini secara ekonomi mengalami defisit. Panwascam ini bertugas di Kabupaten Ciamis bukan di Tasikmalaya. Menurut saya, ini kurang elok, apalagi bukan hanya satu atau dua hari kegiatan tersebut terselenggara,” papar Bung Ape.

Peri menyoroti kebijakan tersebut dengan mencermati aspek peraturan dan keberlanjutan kegiatan di tempat yang lebih representatif. Meskipun tidak ada pelanggaran aturan, menurut Bung Ape, kebijakan tersebut terasa kurang bijak. Menurut Peri, Ciamis memiliki fasilitas yang layak, seperti hotel dengan aula untuk bimbingan teknis dan kamar menginap yang memadai.

“Memang tidak menyalahi aturan, namun saya rasa kurang bijak saja mengeluarkan biaya yang seharusnya bisa menjadi PAD Ciamis. Hotel di Ciamis pun, memiliki sarana dan prasarana yang layak menurut saya. Sebut saja, aula untuk bimbingan teknis dan kamar menginap yang memadai. Ciamis tidak kalah kok dengan luar kota,” pungkas Bung Ape.