IHSG Terjung Payung Melemah, Diduga Kuat karena Aksi Berjamaah Investor Asing Jual Saham

DIKSI FINANCE0 Dilihat

DiksinasiNews.co.id, Jakarta – Aksi jual saham dari para Investor asing, mengakibatkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (7/12/2022) kemarin kembali melemah drastis.

Bursa Efek Indonesia (BEI), mencatat pada perdagangan kemarin IHSG melemah 73,82 poin atau 1,07 persen ke 6.818,775. Adapun total volume perdagangan saham mencapai 26,75 miliar, dengan total nilai transaksi sebesar Rp 16,11 triliun.

“Pasar saham global terpantau cenderung mengalami tekanan. Aktivitas perdagangan internasional China cenderung melambat yang tercermin dari neraca dagang yang mengalami penurunan menjadi 70 miliar dolar AS pada November 2022 yang turut mempengaruhi pasar,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Rabu (7/12).

Hal tersebut juga terjadi pada IHSG yang turun menembus level psikologis 6.800-an. Daya tahan IHSG seolah perlahan terkikis pemicunya oleh kasus COVID-19 yang meningkat, penurunan sektor teknologi, dan kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi ke depan yang sudah terprediksi melambat.

Meski demikian laporan cadangan devisa menunjukkan perbaikan. Di mana meningkat menjadi 134 miliar dolar AS pada bulan lalu setelah sebelumnya bergerak turun.

Data yang tercatat menunjukkan IHSG terus bergerak di zona merah sampai penutupan sesi pertama perdagangan. Untuk sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor terkoreksi dengan sektor transportasi & logistik turun paling dalam 1,73 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor keuangan masing-masing turun 1,59 persen dan 1,43 persen.

Sedangkan tiga sektor meningkat dengan sektor kesehatan naik paling tinggi 2,79 persen, diikuti sektor energi dan sektor properti & real estat masing-masing naik 0,55 persen dan 0,27 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu UFOE, NZIA, SDMU, MIKA, dan BBRM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GOTO, COAL, KIOS ENRG, WIRG.

Baca Selengkapnya : klik di sini

 

Jumlah jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp1,68 triliun. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp2,37 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.174.262 kali transaksi dengan jumlah saham sebanyak 26,76 miliar lembar saham senilai Rp16,12 triliun. Sebanyak 147 naik, 398 saham menurun, dan 164 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 199,47 atau 0,72 persen ke 27.686,4, Indeks Hang Seng turun 626,36 atau 3,22 persen ke 18.814,82, Indeks Shanghai terkoreksi 12,91 poin atau 0,4 persen ke 3.199,62, dan Indeks Straits Times melemah 26,92 poin atau 0,83 persen ke 3.225,45.