Bocah Malang di India Jatuh ke Sumur Bor Sedalam 121 Meter, Operasi Penyelamatan Besar-besaran Dilancarkan

DIKSI NEWS1 Dilihat

DiksinasiNews.co.id, NEW DELHI – Tanmay Sahu, bocah berusia delapan tahun di India, bernasib malang lantaran ia jatuh ke sumur bor di negara bagian tengah Madhya Pradesh saat bermain dengan teman-temannya pada Selasa (6/12/2022) malam.

Mengutip dari tanyangan video Twitter @ Zee MP-Chhattisgarh, para pejabat mengatakan bocah itu terjebak di kedalaman 55 kaki (hampir 17 meter) di dalam sumur sedalam 400 kaki (122 meter).

Operasi penyelamatan mereka lakukan untuk menyelamatkan bocah malang itu. Tim penyelamat memompa oksigen ke anak itu, tetapi lapisan lumpur membuat mereka tidak dapat memprediksi kondisi medannya.

Hakim distrik Shyamendra Jaiswal mengatakan kepada kantor berita ANI bahwa perlu “beberapa jam lagi” untuk menyelamatkan bocah malang itu. Melansir dari BBC pada Rabu (7/12/2022).

“Butuh waktu lebih lama dari yang kita perkirakan karena ada batu (di dalam sumur),” katanya.

Selengkapnya : Klik di sini

Tim penyelamat, kata dia, telah menggunakan ekskavator untuk membuka jalan operasi penyelamatan.

Melalui kicauan di Twitter, Menteri Shivraj Singh Chouhan mengungkap keprihatinannya atas insiden yang menimpa anak itu.

Dia mengatakan “terus berhubungan dengan pemerintah setempat” dan berdoa untuk kesejahteraannya.

Karena kekurangan air, beberapa petani di India membuat sumur bor dalam, yang mereka gali untuk mengekstraksi air demi keperluan irigasi.

Namun, setelah sumur-sumur ini mengering, mereka tinggalkan dan membiarkannya terbuka.

Kondisi ini menimbulkan risiko serius bagi orang yang lewat, terutama anak-anak. Terdapat sejumlah laporan bahwa beberapa anak meninggal karena mati lemas setelah jatuh ke sumur bor yang sempit.

Kepala menteri negara bagian Shivraj Singh Chauhan juga telah mengarahkan otoritas lokal untuk menyelamatkan anak itu.

“Insiden seorang anak laki-laki berusia 8 tahun jatuh ke dalam sumur bor di desa Mandvi di blok Aathner ini sangat menyedihkan,” ujarnya.

Operasi penyelamatan besar-besaran pun akan berlangsung pada hari ini (8/12).

Mesin penggerak tanah sejauh ini telah menggali terowongan paralel sedalam 25 kaki (7,6 meter), dan petugas sibuk melakukan upaya untuk menjangkau anak itu dan menyelamatkannya.

Administrasi, polisi, dan tim penyelamat hadir di tempat, dan saat ini pekerjaan sedang dilakukan untuk membuat terowongan paralel untuk mencapai bocah itu.