Website OJK Tak Bisa Diakses Pakar Bilang Kena Ransomware, Ini Serius Jangan Anggap Sepele!

DIKSI FINANCE322 Dilihat

DiksiNasinews.co.id, Jakarta – Laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengalami gangguan layanan sistem informasi pada Senin (2/10/2023) siang, seperti yang diumumkan melalui akun resmi Instagram @ojkindonesia hari ini.

Dalam pengumuman tersebut, OJK menyatakan bahwa mereka sedang melakukan proses pemulihan layanan sehubungan dengan gangguan pada sistem informasi mereka. Hal ini memengaruhi akses ke situs web OJK dan laman sikapiuangmu.ojk.go.id.

“Sehubungan dengan adanya gangguan pada layanan sistem informasi OJK, bersama ini kami informasikan bahwa sedang terjadi proses pemulihan layanan,” tulis pengumuman tersebut.

Permintaan Maaf

Unggahan tersebut juga berisi permintaan maaf kepada pengguna atas ketidaknyamanan yang mungkin mereka alami akibat gangguan tersebut.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini terima kasih atas pengertiannya,” ujar unggahan tersebut.

Admin mengunggah pengumuman mengenai gangguan layanan OJK, sekitar pukul 14.00 WIB. Meskipun gangguan terjadi pada tengah hari, saat ini laman ojk.go.id sudah dapat berfungsi seperti biasa. Namun, laman sikapiuangmu.ojk.go.id masih belum dapat diakses hingga pukul 21.20 WIB.

Celotehan Warganet

Di media sosial, beredar informasi bahwa situs OJK saat ini sedang mengalami serangan Ransomware. Mereka meminta masyarakat, untuk tidak membuka email dari instansi ini dan mengakses situsnya.

Komentar Pakar

Mengutip Tempo.co, Alfons Tanujaya, seorang pakar keamanan siber dari Vaksincom, memberikan komentarnya tentang situasi ini. Menurutnya, jika OJK terkena serangan Ransomware, ini bisa menjadi peringatan serius bagi industri keuangan tentang ancaman siber yang nyata.

“Kalau mereka sampai terkena Ransomware mungkin bisa menjadi alert bagi industri keuangan bahwa ancaman siber ini bukan main-main,” ujar Alfons.

Serangan terhadap industri keuangan digital memiliki dampak yang sangat serius. Terlebih lagi, instansi ini adalah lembaga yang berperan sentral dalam sektor keuangan Indonesia dan merupakan pilar utama industri keuangan di negara ini.

Alfons menyatakan instansi ini mereka harus menyadari pentingnya penguatan sumber daya mereka di bidang keamanan siber atau cyber security. Walaupun terkadang terlihat kurang menarik daripada bidang lain, serangan keamanan siber dapat menyebabkan gangguan serius dalam layanan digital dan berpotensi menimbulkan kerugian finansial yang besar.

“Walaupun terlihat kurang sexy ketimbang bidang lain, serangan keamanan siber akan mampu melumpuhkan urat nadi kegiatan digital dan mengakibatkan disrupsi layanan digital yang akan mengakibatkan kerugian finansial yang sangat besar,” pungkas Alfons.

Oleh karena itu, upaya untuk mengamankan sistem dan data dalam sektor keuangan digital sangat penting untuk mencegah gangguan serupa di masa depan.