Wamendagri : Hanya 12 Pemda yang Lakukan Upaya Pengendalian Inflasi

DIKSI NEWS1 Dilihat

Diksinasinews.co.id., Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo membuka rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah se-indonesia di Gedung Kemendagri Jalan. Merdeka Utara No. 7 Jakarta.

Dilakukan secara virtual, rakor tersebut diikuti oleh para Gubernur, Bupati/Walikota se-Indonesia, Senin, (15/11/2022).

John Wempi Wetipo mengatakan bahwa pada periode Oktober 2022 lalu terjadi deflasi 0,11 persen sehingga secara year on year angka inflasi nasional mengalami kenaikan menjadi 5,71 persen.

“Komoditas dominan yang memberikan andil inflasi yaitu beras, rokok filter & kretek, lauk pauk, tempe, bensin, tukang, bahan bakar rumah tangga, angkutan dalam kota, dan uang kuliah akademi,” katanya.

Wamendagri John Wempi. Dok : Alv
Wamendagri John Wempi. Dok : Alv

Jon menambahkan, sampai dengan minggu kedua November ini, bawang merah menjadi komoditas yang menyumbang kenaikan harga di 20 provinsi dan kenaikan harga di 149 kabupaten/kota.

“Pemda harus melakukan 6 (enam) upaya dalam penanganan inflasi daerah. melaksanakan operasi pasar murah, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, kerja sama dengan daerah penghasil komoditas untuk kelancaran pasokan, gerakan menanam, merealisasikan Belanja Tidak Terduga (BTT), serta dukungan transportasi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” tambahnya.

Meski begitu, John menyebutkan hanya ada 12 (duabelas) Pemerintah daerah (Pemda) yang telah melakukan keenam upaya pengendalian inflasi tersebut.

“Saya berharap Pemerintah daerah lain yang belum melakukan 6 upaya tersebut, bisa segera melaksanakannya. Tentunya dengan tujuan agar inflasi bisa ditekan lebih cepat,” harapnya.