Kekerasan Seksual Korban Gempa Cianjur, Tanggung Jawab Siapa?

DIKSI YOUTH7 Dilihat

DiksinasiNews.co.id, DIKSI YOUTH – Tak hanya nutrisi dan kebutuhan pokok yang harus tercukupi dengan layak, bagaimana terkait jaminan keamanan dari kekerasan seksual di lokasi gempa Cianjur ?

Sebagai langkah upaya persuasif, korban yang selamat, kini mengungsi menempati tenda sementara. Tak sedikit dari mereka adalah kalangan ibu dan anak.

Tren kekerasan berbasis gender dan seksual (KBGS) tercatat alami peningkatan
Contoh kasus misalnya, peningkatan KBGS sebesar 2 kali lipat terjadi pada bencana Sulawesi Tengah beberapa tahun lalu.

Karena dampak bencana tahun 2018 yang belum pulih. Situasi kacau dan tidak aman yang semakin membuat buruknya penanganan penyintas kekerasan seksual.

KBGS dalam masa darurat seperti bencana bisa teratasi dengan beberapa upaya langsung melalui pencegahan KBGS yaitu melalui sosialisasi untuk mengakhiri nilai bias gender serta peningkatan kesadaran, oleh seluruh pihak.

Peningkatan keamanan di pengungsian juga harus baik guna meningkatkan rasa aman perempuan dan anak. Misalnya saja adanya patroli serta penerangan yang cukup.

Upaya Pemerintah

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA) melakukan upaya preventif. Pihaknya terus memastikan korban bencana gempa bumi di Cianjur, agar terlindungi.

“Kemen PPPA menjalankan amanat Presiden dan Menko PMK sesuai tugas dan fungsi Kemen PPPA, yakni memastikan korban perempuan dan anak terlindungi hak-haknya,” kata Menteri PPPA Bintang Puspayoga, dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (24/12022).

Pihaknya juga bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan Pos Ramah Perempuan dan Anak memberikan layanan psikososial, bekerjasama Himpsi dan layanan faskes Unjani.

Dia mengatakan terus berkoordinasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur, organisasi profesi, dan LSM untuk memberikan yang terbaik.

Dia memastikan pendataan perempuan, anak, dan kelompok rentan dalam penanggulangan bencana melaksanakanyya secara holistik langsung oleh Kepala Dinas PPKBP3A.

“Data terpilah perempuan dan anak sangat penting, agar bantuan yang tersalurkan sampai dengan tepat sasaran kepada korban,” tutur menteri PPA.

Kemen PPA menyalirkan bantuan antara lain 440 buah pembalut dan 70 paket dignity kits, serta kebutuhan logistik lainnya dan peluit sebagai alat penanda atau pemberi informasi jika mengalami/melihat tindak kekerasan di sekeliling mereka.