Langit Mendung di Musim Penghujan? Beginilah Proses Terjadinya Hujan

DIKSI FEATURE2 Dilihat

DiksinasiNews.co.id, FEATURE – Pernah gak sih sobat Diksinasi ketika kalian kecil ada yang bertanya-tanya kenapa tiba-tiba ada air turun dari langit atau yang kita kenal dengan yang namanya “Hujan” ?

Secara ilmu pengetahuan, fenomana alam ini sebetulnya merupakan pelajaran ketika kita duduk di bangku SD kelas 3. Namun redaksi akan mengajak Sobat Diksinasi untuk mengulas kembali topik ini agar kalian bisa lebih tahu lagi, hingga akhirnya kita bisa bersyukur atas rezeki dari sang pencipta ini, yang diberikan kepada kita secara gratis.

Sebelum kita lanjut pada topik kita ini, mari kita ulas sedikit bahwa seperti yang kita ketahui Indonesia adalah negara dengan iklim Tropis, di mana hanya memiliki 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.

Garis ekuator membentang di atas langit Indonesia, tepatnya pada posisi 23,5 derajat lintang utara dan 23,5 derajat lintang selatan. Koordinat itulah yang kita sering sebut “Garis Khatulistiwa”. Itulah yang menjadi alasan kenapa wilayah negeri yang kita cintai ini sebagai negara tropis.

Tidak bisa dipungkiri akibat turunnya air yang tercurah dari langit makhluk hidup di dunia ini mendapatkan manfaatnya. Pasalnya dari air karunia ini berbagai ekosistem dapat berlangsung. Beberapa contohnya misalnya untuk pertanian, industri, atau untuk pemanfaatan sebagai pembangkit listrik yang memang memerlukan debit air yang sangat banyak.

Terlepas dari berbagai manfaat dan setelah mengulas sedikit tentang geografis Indonesia, selanjutnya kita akan lanjutkan pada pembahasan inti yaitu bagaimana proses terjadinya hujan.

Proses terjadinya hujan terbagi menjadi tiga tahap. Dari proses penguapan (evaporasi), pengembunan (kondensasi) dan mencair (presipitasi).

Baca Juga : Keren ! Formasi Partai PSI Diisi oleh Sejumlah Mantan Jurnalis Hebat

Baca Juga : Sepak Terjang Jurnalis Senior Kompas Jodhi Yudhono, Bermusik untuk Amal, Hingga Nahkodai IWO

Mari kita bahas satu-persatu :

Proses penguapan (Evaropsi)

Evaporasi adalah proses di mana air yang ada di laut, rawa, sungai dan lainnya menguap ke langit lantaran adanya pemanasan dari sinar matahari. Dalam hal ini, air diubah menjadi uap air atau gas, sehingga bisa naik ke atmosfer.

Pengembunan (Kondensasi)

Kondensasi adalah proses sebagaimana perubahan wujud dari gas ke cair. Kondensasi bisa kita sebut juga pengembunan dan merupakan kebalikan dari proses evaporasi atau penguapan.

Mencair (Presipitasi)

Presipitasi adalah proses jatuhnya segala materi yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi dalam bentuk cair (hujan) maupun padat (salju). Pada tahapan ini awan-awan yang berisi air dan membuat awan semakin berat, sehingga air yang dikandungnya turun ke permukaan bumi.

Selama ini sebagian dari kita mungkin tidak tahu bahwa hujan juga memiliki beberapa jenis. Agar topi ini lebih menarik dan bermanfaat bagi Sobat Diksinasi, bagi kalian yang ingin lebih tahu detailnya, maka lanjutkan proses membacanya.

Jenis-jenis Hujan dan penjelasannya : 
1. Hujan Konvektif

Hujan Konverti adalah proses hujan yang terjadi karena adanya ketidaksamaan panas antara lapisan udara dan permukaan tanah. Semakin tinggi di atmosfer, maka udara dengan suhu tinggi akan berubah menjadi udara dingin, sampai uap air mengembun akhirnya mulai membentuk awan kumulus yang jatuh sebagai hujan. Manfaat hujan dari kovektif yaitu menambah suhu yang berkualitas, melindungi bumi dari kekeringan karena bisa menyimpan cadangan air hujan, menjaga lingkungan agar tetap fresh dan tentunya menjaga sumber energi di bumi.

2. Hujan orografis atau relief

Hujan Orografis adalah hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air bergerak horizontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Manfaat dari hujan ini adalah menyimpan cadangan air bersih di daerah pegunungan dan biasa orang manfaatkan menhadi air dalam kemasan.

3. Hujan Muson

Hujan Muson adalah hujan musiman yang disebabkan oleh muson. Di Indonesia, hujan karena angin muson timur yang menyebabkan angin dingin turun dari Oktober hingga April selama musim hujan. Angin musim dingin bertiup dari Australia ke Asia. Angin ini membawa awan dan hujan lebat karena sedang musim dingin di Australia. Manfaat dari hujan muson selain untuk menyuburkan tanaman juga untuk menyuburkan tanah.

4. Hujan Frontal

Hujan frontal adalah hujan yang terjadi di daerah front, penyebabnha adalah oleh pertemuan dua massa udara yang memiliki temperatur yang berbeda, Adapun manfaat dari hujan frontal adalah memberikan kesegaran terutama di daerah front (batas antara pertemuan dua massa udara yang mempunyai sifat yang berbeda) dan membersihkan udara.

Itulah ulasan dari artikel yang redaksi bagikan, yang kami rangkum dari beberapa sumber terpercaya. Bagaimana Sobat Diksinasi, sekarang kalian jadi lebih bisa mengingat lagi soal pertanyaan kita selagi kecil kan? apakah artikel ini bermanfaat ?
Jangan lupa like , comment dan share ya jika bermanfaat.

Writer : Ikbal Permana