Olivia Nathania, Putri Nia Daniaty, Terjerat Kasus Penipuan CPNS, Hakim Jatuhkan Vonis 3 Tahun Penjara dan Denda Rp. 8,1M!

DIKSI SELEB2 Dilihat

DiksiNasinews.co.id, Jakarta – Pengadilan Negeri Jakarta Timur baru-baru ini menjatuhkan hukuman terhadap Olivia Nathania, putri dari aktris senior Nia Daniaty, dalam kasus penipuan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bodong. Dalam pembacaan putusan yang dilakukan pada Rabu, 13 Desember 2023, Olivia Nathania dihukum penjara selama 3 tahun dan diwajibkan membayar denda sejumlah Rp 8,1 miliar. Kamis, (14/12/2023).

Awal Mula Kasus

Kasus ini bermula dari laporan korban yang menyatakan menjadi sasaran penipuan CPNS yang melibatkan Olivia Nathania, Rafly Novianto Tilaar, dan Nia Daniaty. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menerima laporan tersebut dan akhirnya mengambil keputusan bahwa para tergugat harus membayar ganti rugi sebesar Rp 8,1 miliar.

Tergugat Mangkir dari Ruang Sidang

Hakim Ketua dalam persidangan tersebut menyampaikan bahwa, meskipun para tergugat telah dipanggil dengan layak, mereka tidak hadir.

“Tergugat satu, tergugat dua dan seluruh tergugat sudah dipanggil dengan layak tetapi tidak hadir,” ujar Hakim Ketua.

Pengadilan memutuskan untuk mengabulkan gugatan korban secara verstek.

“Mengabulkan gugatan para tergugat sebagian dengan verstek,” kata Hakim Ketua.

Hal ini mengindikasikan bahwa perbuatan melawan hukum telah terjadi. Mereka, terjebak oleh para pelaku penipuan CPNS bodong.

Penantian 1 Tahun

Desi Hadi Saputri, yang merupakan kuasa hukum bagi para korban, menyatakan kepuasan atas putusan tersebut. Sang pengacara, menyebutnya sebagai keberhasilan dari satu tahun proses sidang. Ganti rugi sebesar Rp 8,1 miliar juga sah sebagai bentuk kompensasi atas perbuatan yang merugikan para korban.

“Alhamdulillah ya, hari ini pembacaan putusan setelah satu tahun berjalannya sidang. Setelah dari proses pidana juga kita berjalan, alhamdulillah hari ini pembacaan putusan perdata,” ujar Desii.

Proses Hukum Berlanjut

Meskipun putusan hukuman telah jatuh, proses hukum masih akan berlanjut. Desi  menjelaskan bahwa masih ada beberapa tahap proses hukum yang harus berjalan dalam perkara ini. Meskipun demikian, ia berharap agar proses selanjutnya dapat berjalan lebih cepat. Serta, menegaskan urgensi pengembalian dana kepada para korban yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Kasus ini, mencerminkan pentingnya keadilan bagi para korban penipuan. Tak lupa, menyoroti tuntutan untuk mengembalikan dana yang telah dia peroleh secara tidak sah. Selama proses hukum, terungkap bahwa para korban penipuan oleh Olivia Nathania mengalami kesulitan ekonomi. Melalui kuasa hukum, mereka menyampaikan harapan agar uang yang telah berpindah tangan ke Olivia Nathania dapat segera mendapatkan pengembalian.