Pemilu 2024: Antara Janji Manis dan Kesehatan Jiwa Para Caleg, Pertaruhan Setiap 5 Tahun

OPINI DIKSI26 Dilihat

DiksiNasinews.co.id, Ciamis – Pada tanggal 14 Februari 2024, Indonesia akan merayakan Pemilihan Umum (Pemilu), pesta demokrasi lima tahunan yang menentukan nasib para calon anggota legislatif (Caleg) dan pemimpin negara. Momentum ini menjadi panggung bagi para calon, baik dari DPRD, DPD, DPR Pusat, hingga Presiden, untuk berlomba-lomba mempromosikan diri dengan janji-janji manis.

Variasi janji kampanye caleg berkisar dari iming-iming kesejahteraan, uang, hingga janji yang terkesan biasa. Namun, seringkali janji-janji tersebut hanya menjadi alat untuk memenangkan pemilu tanpa kepastian pemenuhan. Tidak jarang, calon yang terpilih justru menjadi risiko lebih besar dibandingkan caleg yang gagal dan menderita sakit jiwa.

Caleg terpilih memiliki potensi memanfaatkan posisi mereka untuk kepentingan pribadi, memainkan anggaran, dan menjalankan politik mata dengan eksekutif, yudikatif, dan kelompok kapitalis. Yang patut diwaspadai adalah calon yang asing dari publik, yang meski terpilih tapi tidak terhubung dengan kebutuhan rakyat.

Dalam memilih caleg, masyarakat perlu bijak dan cerdas. Pilihlah calon yang memiliki rekam jejak positif sebelumnya, yang benar-benar melayani rakyat, bukan hanya mencari keuntungan pribadi. Hindari calon yang menggelontorkan dana besar tanpa integritas, dan lebih memperhatikan caleg yang bersih, jujur, dan berani.

Selain itu, stigma terhadap kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama. Fenomena caleg dan rumah sakit jiwa seharusnya tidak menjadi pandangan hina. Gangguan jiwa, seperti halnya penyakit fisik, memiliki faktor biologis, psikologis, dan sosial sebagai penyebabnya. Masyarakat perlu melihat individu dengan gangguan jiwa sebagai bagian dari spektrum kesehatan yang membutuhkan dukungan, bukan stigma.

Demikianlah, Pemilu 2024 bukan hanya tentang janji-janji politik, tetapi juga tentang kesehatan jiwa para calon dan pemahaman masyarakat terhadapnya. Keputusan dalam lima menit mencoblos bisa menentukan lima tahun ke depan, oleh karena itu, bijaklah dalam memilih para wakil rakyat.