Menulis dari Hati Lebih Mulia dari Sekadar Bisnis?

OPINI DIKSI25 Dilihat

DIKSINASI, OPINI DIKSI Jangan menulis tentang jalannya pertandingan piala dunia, jika kamu tak suka sepakbola. Jangan menulis tentang potensi wisata, jika kamu tak suka jalan-jalan. Bahkan kamu tak perlu menulis tentang dunia politik, jika kamu lebih suka menonton film horor ketimbang menonton berita.

Apapun pekerjaannya, apabila kita mengerjakan dengan hati maka pekerjaan itu terasa ringan tanpa ada keterpaksaan.

Tak terkecuali juga kamu yang punya hobi atau berprofesi sebagai seorang penulis, pun perlu menggunakan hatinya agar ketika menulis terasa lebih ringan.

Menulislah dengan hati, bukan dengan pikiran. Karena proses menulis akan lebih mudah dan hasilnya akan mudah dipahami oleh yang membaca.

Sebaliknya, menulis dengan pikiran, prosesnya terasa berat dan hasilnya pun umumnya tidak enak dibaca dan sulit dipahami. Menulislah seperti orang yang sedang marah, keluar dan mengalir begitu saja, tanpa outline dan editing yang berbelit-belit.

Saya sendiri, tertarik menjadi penulis bukan karena berbakat atau berminat menjadi penulis, bahkan bukan karena tulus mencintai dunia literasi.

Saya lebih suka menyebut proses ini dengan, “Menulis adalah berbagi rasa lewat abjad, dan menyentuh hati lewat kata.”
Akan tetapi, saya juga perhatikan beberapa orang yang menulis di platform media digital atau di wadah lainnya, memiliki mindset bahwa, “I have to write well so that the public likes it”.

Pada akhirnya dengat keterpaksaan mereka menulis hal-hal bagus yang khalayak inginkan. Bukan berasal dari keinginan pribadi untuk menanggapi sesuatu yang menggelitik diri. Menurut saya kekonyolan tulisan mereka bukan menghasilkan tulisan yang bagus, tapi tulisan yang membagus-baguskan alias penciteraan.

Banyak orang menyamakan begitu saja dunia tulis-menulis dengan bisnis lainnya. Bekerja ya dapat gaji atau bayaran. Ada usaha, ada jasa, ada produk, ada penawaran, ada transaksi, ada hasil/laba/keuntungan. Ada komoditi jual beli.

Padahal jika kita menalar lebih jauh dan lebih dalam, menulis sebenarnya bukan cuma sekadar bisnis.

Maka dari itu ketahuilah, sebenarnya menulis adalah hobi dan pekerjaan yang mulia di mana kita bukan hanya berkomunikasi satu arah saja. Kita dapat berkreasi, namun akan ada yang membaca karya tulis kita juga.

Kata-kata kita yang tercurah lewat tulisan sangat berharga karena setidaknya akan ada feedback positif atau sebaliknya bagi pembaca.

Mungkin membuat terkenang, terharu, terinspirasi, bahkan bisa menumbuhkan minat luar biasa mind blowing (ketertarikan) dan kepercayaan pada hal yang ia baca.

Menjadikan dampak perubahan kecil hingga besar seperti penggalangan opini pembaca yang bisa mengubah sebuah kebijakan atau bahkan mempengaruhi dunia.

Setelah merenungkan hal di atas, masihkah kita dapat berkata bahwa tulisan kita hanya ‘demi cuan’ atau ‘hanya bentuk sebuah bisnis’ saja?  Mari gunakan talenta ini dengan sebaik-baiknya. Bukan cuma soal pendapatan dan sebagainya.