Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Goyangkan Ranah Minang, Ngarai Sianok Dilaporkan Longsor, Warga Diimbau Tetap Waspada

DIKSI NEWS3 Dilihat

DiksiNasinews.co.id,Padang – Goyangan bumi landa Ranah Minang, Gempa mengguncang Kota Bukittinggi, Sumatera Barat pada Sabtu, (8/4/2023).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa pertama terjadi sekitar pukul 12:21:22 WIB dengan Magnitudo (M) 4,5, berlokasi di 0,30 Lintang Selatan, 100,28 Bujur Timur.

Kepala Stasiun Geofisika Padangpanjang Suaidi Ahadi mengatakan, terjadi dua kali goncangan terjadi  yang merupakan gempa darat.

“Gempa terjadi pada posisi 9 km Barat Laut Bukittinggi, dengan kedalaman 10 kilometer.” ujar Suaidi.

Tak lama kemudian, gempa kedua terjadi dengan intensitas yang lebih kecil, yakni Magnitudo 3,9 pada pukul 12:32:13 WIB, dengan lokasi 0,29 Lintang Selatan dan 100,30 Bujur Timur, tepatnya 7 kilometer Barat Laut Kota Bukittinggi.

Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan yang signifikan, meskipun beredar kabar terjadi longsor di Kawasan Ngarai Sianok sesaat setelah gempa.

Dikutip dari detikSumut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bukittinggi, Ibentaro Samudera membenarkan kabar tersebut.

“Memang ada longsor sesaat setelah gempa. Namun, laporannya sementara tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Jalan juga tidak tertutup,” katanya saat dikonfirmasi.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan tim untuk melakukan pemantauan lebih lanjut di lokasi terdampak. Ibentaro mengerahkan pasukannya untuk melakukan beberapa tindakan yang diperlukan, mitigasi bencana di lokasi segera dilaksanakan untuk mencegah beberapa hal yang tidak diinginkan.

Gempa yang terjadi di Kota Bukittinggi memang kerap terjadi karena wilayah ini terletak di jalur patahan aktif Sumatera, sehingga rentan terhadap gempa bumi.

Hingga berita diturunkan keadaan masih terpantau aman dan terkendali, beberapa pihak terkait bersiaga untuk menghadapi kejadian terburuk. Belum ada laporan tentang kerusakan maupun kerugian yang diakibatkan gempa.

Oleh karena itu, warga diimbau untuk selalu waspada dan siap menghadapi bencana gempa bumi dengan cara memperkuat struktur bangunan, mempersiapkan alat evakuasi, dan mengikuti protokol keselamatan yang telah ditetapkan.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu atau kabar yang tidak jelas kebenarannya terkait dengan gempa bumi, dan selalu mengakses informasi dari sumber yang terpercaya seperti BMKG.