Bocah 13 Tahun Tambaksari Ciamis Merajut Asa, Ki Dalang Cilik Semenjak dalam Kandungan Lestarikan Budaya Wayang Golek

DiksinasiNews.co.id – Mengenal sosok bocah berusia 13 tahun asal Tambaksari Kabupaten Ciamis yang merajut asa lestarikan budaya Wayang Golek, cukup menentramkan hati. Bagaimana tidak, bocah yang dapat julukan Ki Dalang cilik ini berhasil mencuri perhatian lewat kegigihan dan semangatnya mempertahankan budaya warisan leluhur negeri pasundan itu.

Ada pepatah yang menyebutkan, suatu bangsa salah satunya dilihat dari budaya. Apabila budaya sudah berubah, tunggu kehancuran dari bangsa itu. Ini adalah satu ungkapan yang tersirat makna di dalamnya, bahwa mempertahankan budaya sama dengan mempertahankan martabat suatu bangsa. Hal inilah yang kini tengah ditekuni oleh putra daerah asal Tambaksari Kabupaten Ciamis, yang bernama lengkap Dani Yusuf Edi Putera yang akrab disapa Ki Dalang Cilik.

Memasuki usia 13 tahun, ia lebih banyak menghabiskan waktu menggerakkan wayang golek di rumahnya.

Kedekatan diringa dengan wayang golek ini, dia akui sudah terjalin bahkan ketika ia masih dalam kandungan. Di mana sang ibunda tiba-tiba menyukai kisah-kisah pawayangan ketika memasuki usia empat bulan kandungan. Bahkan, pada saat kelahiran bocah penuh talenta ini diiringi oleh kisah mahabarata yang dilantunkan melalui radio.

Mempertahankan Budaya Sunda Melalui Wayang Golek

Memainkan wayang golek dengan berbagai cerita bukan hanya menjadi hobi semata. Tetapi menjadi upaya dirinya mempertahankan budaya Sunda. Hal demikian merupakan suatu upaya agar wayang tetap eksis di tengah kaum  milenial saat ini.

Merajut asa tapi memperhatikan kemajuan zaman, dia memilih untuk membawakan cerita sehari-hari dalam panggung yang mudah dimengerti oleh masyarakat. Pasalnya, boleh jadi bukan tradisi nenek moyang yang punah, tetapi selera masyarakat yang terus berkembang. Sehingga memerlukan kreativitas para seniman dalam mempertahankan budaya Sunda. Sebab itulah, dalang cilik ini menyesuaikan dengan selera komedi masyarakat.

Bukan hanya komedi yang ringan, bocah yang mau memasuki usia remaja ini juga menyelipkan syiar agama dan pelajaran kehidupan yang dialami oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Panggung ke Panggung, Pernah Me-Roasting Pejabat

Ki Dalang Cilik kerapkali tampil dihadapan pejabat publik. Pada panggung pertamanya, Ki Dalang Cilik tampil di hadapan Bupati Ciamis Herdiyat Sunarya, pada HUT Desa Kaso Kecamatan Tambaksari tahun 2021. Ia juga tampil di hadapan Ketua DPRD Kabupaten Ciamis Nanang Permana, dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis.

Ki Dalang Cilik pernah beberapa kali menyelipkan roasting-an untuk para pejabat yang ikut menikmati penampilannya. Misalnya, ketua DPRD Ciamis Nanang Permana yang sempat di roasting pada Halal Bihalal Sub Karang Taruna Dusun Mekarjaya Desa Kaso Kecamatan Tambaksari. Juga Kadis Pariwisata yang ketika itu dalam kegiatan peresmian Leuwi Keris di Kecamatan Cimaragas.

Tentu saja kegiatan roasting me-roasting ini diselipkan bukan untuk menjelekkan pihak manapun. Tetapi, untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada tokoh publik melalui komedi. Dilakukan dengan porsi sewajarnya, selipan roasting dilakukan atas seizin pihak terkait.

 

Sederet Keunikan Aura Ki Dalang Cilik

Satu tahun kebelakang, Ki Dalang Cilik mulai secara massif menyalurkan hobinya dengan menjadi dalang cilik. Ilmu menggerakkan wayang dengan kisah-kisah menarik bukan ia dapatkan di sekolah khusus. Melainkan dari vidio-vidio yang ia pelajari secara autodidak.

Tentu saja, bukan perkara mudah menjadi dalang tanpa mendapat pendidikan khusus. Sebab dalang harus bisa menguasai segala bidang. Baik segi suara yang harus seirama dengan  nada serta skill dalam menggerakkan wayang.

Tetapi, ini bukan menjadi satu penghalang bagi dia dalam menyampaikan syiar melalui wayang golek. Ia tetap luwes menggerakkan wayang golek menjadi seolah hidup diatas panggung..

Tampil dari satu panggung ke panggung yang lain, Ki Dalang Cilik tidak pernah merasa gugup. Ia tetap tampil spektakuler bahkan dengan improvisasi luar biasa yang dilakukan diatas panggung. Penonton yang selalu berbondong-bondong datang, tidak membuat bocah pintar itu merasa takut. Sebaliknya, adrenalin terus meningkat yang membuat penampilan Ki Dalang Cilik sampai kepada titik klimaks.

Aura Ki Dalang Cilik selalu mampu menarik penonton untuk mengarungi cerita yang dibawakan.

1 komentar

Komentar ditutup.