Kejari Kota Pagar Alam Panggil Para Saksi Dugaan Korupsi PPB, Lutfi : Belum Ada Tersangka

DIKSI NEWS3 Dilihat

diksinasinews.co.id, Pagar Alam, Sumsel – Dugaan korupsi dalam proyek Pembangunan Pengendalian Banjir (PPB) yang menelan anggaran sebesar Rp.1.447.975.000,00 anggaran tahun 2021 lalu terus diusut oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pagar Alam.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Pagaralam, M. Zhuri, SH, MH melalui Kasi Intel, Lutfi Fresly, SH, MH saat dihubungi pada, Selasa (30/11/2022) mengatakan bahwa tim jaksa penyidik pada Kejaksaan Negeri Pagar Alam saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi terkait dugaan penyimpangan dalam proyek PPB di Kecamatan Pagar Alam Utara Kota Pagar Alam tahun anggaran(TA) 2021 lalu.

Pemeriksaan para saksi berdasarkan surat penggilan dari penyidik Kejaksaan Negeri Pagar Alam No B-1211/L. 6.18/Ld.1/08/2022 tertanggal 18 Agustus 2022. Adapun para saksi telah diperiksa diantaranya dari pihak Dinas Pengelolaaan Sumber Daya Air (DPSDA) Provinsi Sumsel yaitu RA, AR, GG, SS dan HE, selain itu ada 3 orang lagi dari pihak swasta diantaranya CV. SW dan CV. M yang telah diperiksa mulai tanggal 23, 24 dan tanggal 30 Agustus 2022.

“Selain itu berdasarkan surat pemanggilan saksi dari penyidik Kejaksaan Negeri Kota Pagar Alam Nomor B-1210/L.6.18/Fd.1/08/2022 tertanggal 18 Agustus 2022, kami juga sudah memeriksa lagi dua orang saksi yaitu Mz dan Ma dari pihak ULP Provinsi Sumsel pada tanggal 24 dan 30 Agustus 2022,” jelas Lutfi.

Lutfi juga mengatakan sampai saat ini tim penyidik masih mempelajari keterangan para saksi yang sudah diperiksa sembari menunggu hasil perhitungan fisik yang sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan oleh tim ahli dari Perkindo Provinsi Sumsel.

“Saat ini kita belum menentukan tersangkanya, juga berapa kerugian yang ditimbulkan, nanti kita infomasikan lagi. Sekarang kita masih memeriksa saksi-saksi untuk dimintai keterangan guna melengkapi data hasil pengusutan dugaan korupsi ini. Mudah-mudahan hasil pemeriksaan akan mempermudah pengusutan proyek irigasi pengendalian banjir yang mengakibatkan kerugian uang negara,” ungkapnya. (Bahtum)