Cawapres Mahfud MD Kunjungi Ponpes Cijantung, Ciamis: Sapa Ulama Se-Priangan Timur dalam Dialog Kebangsaan

DIKSI NEWS24 Dilihat

DiksiNasinews.co.id, Ciamis – Prof. Dr. KH Mahfud MD menegaskan bahwa penunjukannya sebagai cawapres pasangan Capres Ganjar Pranowo bukanlah hasil survei atau iklan, melainkan atas permintaan langsung dari ketua umum partai pengusung dan pendukung pasangan Ganjar-Mahfud. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara halaqoh dialog kebangsaan di Pondok Pesantren Al Quran Cijantung Ciamis. Jumat, (15/12/2023).

“Jika berdasarkan survei, tentu Pak Ridwan Kamil atau Mas Erik Tohir yang terpilih sebagai cawapres,” seloroh Mahfud MD.

Permintaan 4 Partai

Mahfud, menjelaskan bahwa empat pimpinan partai telah memintanya secara langsung untuk mendampingi Ganjar Pranowo. Ketua Umum DPP PDIP dan Plt Ketua Umum DPP PPP sebagai partai pengusung, serta Ketua Umum DPP Hanura dan Ketua Umum Perindo sebagai pendukung.

“Saya mendapat undangan, dan bertemu langsung dengan Ibu Mega, Pak Muhammad Mardiono, Pak Oesman Sapta Odang, dan Pak Hary Tanoesoedibjo. Mereka, meminta saya menjadi cawapres mendampingi Mas Ganjar (Pranowo),” jelasnya.

Peran Wapres Era Soeharto

Mahfud juga menyoroti peran wapres yang harus berubah, merujuk pada era Pak Harto di mana wapres memiliki tugas mengawasi pembangunan secara khusus.

“Bila terpilih, saya telah bersepakat dengan Capres Ganjar Pranowo untuk berbagi tugas dalam pengelolaan pemerintahan,” tambah Mahfud.

Pidato Kebangsaan

Dalam pidato dialog kebangsaan, Mahfud menyampaikan kesamaan antara piagam Jakarta sebagai cikal bakal teks proklamasi dengan piagam Madinah. Ia merinci sejarah Madinah sebelum menjadi kota yang diubah oleh Rasulullah menjadi sebuah kota beradab.

“Madinah meniru pola negara kosmopolitan ala Nabi Muhammad saat mendirikan Madinah. Indonesia, sebagai negara kesepakatan, memiliki tujuan berdiri yang sesuai syariah,” kata Mahfud.

Ia juga menekankan bahwa kaidah Pancasila sangat relevan dengan syarat berdirinya negara sesuai Islam, menurut ijtihad ulama.

“Beberapa syarat yang saya maksud, yaitu memelihara kebebasan beragama, menjaga keselamatan jiwa warganya, menjaga harta atau hak-hak kebendaan masyarakat negara, memelihara otak dan kewarasan akal sehat, serta menjaga kesucian keturunan, sangat sesuai dengan Pancasila,” pungkas Mahfud.