Pohon Tua Tumbang, Timbulkan Kemacetan di Jalur Alternatif Malangbong – Sumedang

Pohon Tua Tumbang, Jalur Alternatif Malangbong-Sumedang Terhenti

DIKSI NEWS7 Dilihat

DiksiNasi, Garut – Sebuah pohon tua tumbang menjadi hambatan serius di jalur alternatif yang menghubungkan Malangbong ke Sumedang. Hujan deras yang melanda sepanjang hari di Pasundan menyebabkan beberapa pohon roboh dan menghalangi jalan. Keberuntungan menyertai kejadian ini karena tidak ada kendaraan yang lewat, sehingga tidak menimbulkan korban.

Sebabkan Kemacetan

Antrian kendaraan di tengah malam menghiasi perjalanan beberapa pengguna jalan yang berusaha melewati area Jl. Raya Wado – Malangbong, Desa Mekarasih, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, pada Senin dinihari (25/12/2023).

Menghindari Kemacetan Cileunyi

Kendri, seorang pelintas jalan, mengungkapkan bahwa dia dan rombongannya mencoba menyiasati waktu dengan mengambil jalur tersebut untuk menghindari kemacetan di area Cileunyi dan Rancaekek. Namun, jalur alternatif justru mengecewakan mereka karena pohon tumbang menghalangi jalan.

“Maksud hati ingin menghindari macet di Cileunyi makanya ambil jalur ini, eh malah ketemu pohon tumbang,” ujar Kendri.

Dia melaporkan bahwa jalur Bandung ke arah Tasikmalaya via Nagreg macet karena tingginya jumlah kendaraan, terutama karena libur Natal 2023. Dengan Ciamis sebagai tujuan akhir, Kendri memilih jalur alternatif Sumedang menuju arah Wado untuk menghindari kemacetan di daerah Rancaekek.

Kesigapan Warga

Qodir, warga setempat, menyebutkan bahwa pohon yang tumbang tersebut sudah tua. Guyuran hujan deras menjadi salah satu penyebabnya, mengubah tanah yang sudah lama kering menjadi gembur secara tiba-tiba dan menyebabkan pohon roboh melintang di jalan, menciptakan kemacetan.

“Pohonnya sudah tua, dan tanah yang kering karena kemarau terguyur hujan seharian. Itu membuat akar tak sanggup menahan pohon hingga akhirnya tumbang ke jalan,” kata Qodir.

Lokasi tumbangnya pohon yang jauh dari pemukiman membuat proses evakuasi terhambat. Pengguna jalan bersatu dengan warga setempat, berkolaborasi untuk menggeser pohon agar tidak menghalangi jalan.

Beruntung, seorang warga memiliki gergaji mesin dan segera memotong pohon tersebut menjadi beberapa bagian. Akhirnya, potongan pohon berhasil dipindahkan dari jalan, mengakhiri kemacetan.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 1 jam, dan setelah potongan pohon bersih dari jalan, antrian kendaraan dapat melanjutkan perjalanan. Kegembiraan terpancar dari para pengguna jalan, saat berhasil membersihkan pohon tumbang.