Kimetsu no Yaiba Season 3 Episode 4 : Tanjiro Temukan Kelemahan Klon Hantengu, Pilar Selamatkan Desa !

DIKSI FEATURE7 Dilihat

DiksiNasinews.co.id, Anime – Musim ketiga Kimetsu no Yaiba: Swordsmith Village Arc episode 4 kembali mengikuti upaya para Pembasmi Iblis untuk menghentikan penyerangan dari Iblis Bulan Atas ke-4 dan ke-5, yaitu Hantengu dan Gyokko di Desa Pembuat Pedang.

Pada akhir episode 3 minggu lalu, kita menyaksikan Pilar Kabut, Muichiro Tokito, menyelamatkan Kotetsu dari monster menyerupai ikan raksasa, hasil dari Teknik Darah Iblis Porcelain Vases milik Gyokko.

Berikut adalah beberapa hal menarik dari Kimetsu no Yaiba Musim Ketiga: Swordsmith Village Arc episode 4.

  • Kelemahan monster ikan Gyokko Muichiro Tokito,Sang Pilar Kabut, adalah Pembasmi Iblis yang tanggap dan mampu menentukan dengan tepat kelemahan dari monster ikan Gyokko. Pada percobaan pertama, Muichiro mencoba menebas leher monster tersebut, tetapi gagal karena tubuh si monster mampu beregenerasi dengan cepat. Namun, ia langsung berpikir cepat dan menemukan bahwa kelemahan dari monster ikan Gyokko adalah vas atau guci yang ada di punggung mereka.
  • Ingatan Muichiro mulai kembali Pada dasarnya, Muichiro adalah Pilar yang hanya peduli dengan misi utamanya, sehingga dengan mudah mengesampingkan hal-hal lain yang menurutnya tak begitu berdampak. Namun, pemikirannya berubah setelah percakapannya dengan Tanjiro.
  • Ketika Kotetsu memohon bantuan Muichiro untuk menyelamatkan Kanamori dan Haganezuka yang sedang memperbaiki katana nichirin Yoriichi Zeroshiki untuk Tanjiro, Muichiro mendapatkan kembali sebagian ingatannya. Dalam ingatan tersebut, Muichiro sedang terluka parah dan dirawat oleh Oyakata-sama serta istrinya.
  • Oyakata-sama juga mengatakan bahwa Muichiro akan mampu mengingat semua masa lalunya secara perlahan dengan bantuan hal-hal kecil. Meskipun ragu dengan pilihannya, Muichiro tampaknya bertekad untuk mendapatkan semua ingatannya yang hilang dan menerima permintaan Kotetsu.
  • Tanjiro mulai menemukan kelemahan transformasi atau klon Hantengu Di sisi lain, Tanjiro dibawa terbang cukup jauh oleh salah satu wujud transformasi atau klon Hantengu, yaitu Urogi. Saat itu, Urogi hendak melancarkan serangan lagi. Karena panik, Tanjiro langsung mengarahkan katana miliknya dan menebas bagian kepala Urogi. Tubuh klon Hantengu tersebut ternyata tak lagi membelah diri seperti sebelumnya. Hal ini meyakinkan Tanjiro bahwa mereka tak akan bisa memperbanyak tubuhnya lagi.
  • Tanjiro juga sadar bahwa hasil dari Teknik Darah Iblis milik Hantengu tersebut semakin lemah setiap kali ia membelah diri. Tak hanya itu, Tanjiro pun berhasil mengungkap bahwa cara memperlambat regenerasi iblis adalah dengan melukainya dengan menggunakan senjata bernapas. Tanjiro menemukan bahwa senjata bernapas dapat memperlambat regenerasi iblis karena senjata tersebut memancarkan energi bernapas yang dapat mengganggu aliran darah iblis.Selain itu, Tanjiro juga menemukan bahwa ada beberapa kelemahan pada iblis, seperti tidak tahan terhadap sinar matahari dan senjata yang terbuat dari bahan tertentu. Dengan memanfaatkan kelemahan ini, Tanjiro dapat lebih mudah mengalahkan iblis.
Beberapa Cara Musnahkan Iblis Anak Buah Muzan:
  1. Memenggal kepala demon
  2. Menyuntikkan racun Wisteria ke tubuh demon
  3. Menggunakan api biru yang diproduksi oleh anak-anak dari keluarga Ubuyashiki
  4. Menjebak demon dengan menggunakan jurus pengikat dari keluarga Ubuyashiki
  5. Memukul demon dengan pedang nichirin yang dicelupkan ke dalam racun Wisteria

 

  • Namun, perlu diingat bahwa cara-cara tersebut hanya efektif dalam memperlambat regenerasi demon sementara waktu dan tidak sepenuhnya membunuh demon. Untuk membunuh demon secara permanen, diperlukan untuk memenggal kepala demon dengan menggunakan pedang nichirin.

 

 

 

Meskipun Tanjiro memiliki kekuatan dan kemampuan yang luar biasa, ia juga mengalami banyak kesulitan dalam menghadapi iblis. Ia harus berjuang keras dan belajar terus menerus agar dapat menjadi lebih kuat dan mengatasi setiap tantangan yang dihadapinya.

Melalui perjuangannya, Tanjiro menjadi inspirasi bagi banyak orang di sekitarnya dan membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, seseorang dapat mencapai apa yang diinginkannya.