Jo Lindner Influencer Bodybuilding yang Menjadi Inspirator Banyak Orang Meninggal karena Aneurisma, Penyakit apa Sih ?

DiksiNasinews.co.id, – Influencer Bodybuilding Jo Lindner, atau yang lebih dikenal dengan nama ‘Joesthetics’, telah berpulang di usia 30 tahun. Pria asal Jerman ini dikenal aktif membagikan konten tentang gym dan latihan melalui akun Instagram-nya.

Kekasih Jo Lindner, Nicha, mengungkapkan bahwa Jo meninggal dunia karena Aneurisma. Beberapa hari sebelum meninggal, Jo sempat mengeluhkan rasa sakit di lehernya.

“Beristirahatlah dengan tenang, Jo. Aku mencintaimu. Aku masih terus mengecek ponselku menunggu balasanmu agar kita bisa bertemu di gym,” ucap salah satu sahabatnya, Noel Deyzel, seperti yang dikutip dari NY Post, Minggu (2/7/2023).

“Aku hancur, kamu selalu membuka tanganmu kepada kami. Kamu menunjukkan begitu banyak tentang kehidupan dan media sosial,” tambahnya.

Dokter Spesialis Bedah Syaraf, dr. Nia Yuliatri, SpBS MKes, FINVS, FINSS, menjelaskan bahwa aneurisma merupakan kondisi di mana terjadi penipisan dan penggelembungan dinding pembuluh darah pada suatu area lokal.

“Nyaris seluruh bagian pembuluh darah dapat mengalami penggelembungan, tidak hanya pada satu sisi atau satu arah saja, tetapi juga bisa melingkari daerah tertentu,” kata Nia.

Misalnya, jika terjadi pada pembuluh darah yang berasal dari jantung, hal tersebut disebut aneurisma aorta.

“Jika penggelembungannya terjadi di area dada, maka disebut aneurisma aorta torakal, sedangkan jika terjadi di perut, disebut aneurisma aorta abdominal,” jelasnya.

Namun, jika pembuluh darah yang terkena aneurisma berada di arah kepala atau otak, maka disebut aneurisma otak.

“Sebagian besar pembuluh darah yang dipompa dari jantung akan mengalir ke otak. Oleh karena itu, jika terjadi kelainan pembuluh darah seperti aneurisma di otak dan kemudian pecah, hal itu dapat berakibat fatal,” ungkapnya.

Pecahnya aneurisma dapat mengakibatkan pendarahan internal, stroke, dan dalam beberapa kasus, dapat berujung pada kematian.

“Jika pecah, aneurisma bisa menjadi sangat berbahaya dan menyebabkan kematian,” tegasnya.

Nia menjelaskan, berdasarkan data kesehatan dari Amerika Serikat, satu dari 50 orang menderita aneurisma otak.

Sementara itu, jumlah kasus pecahnya aneurisma pembuluh darah per tahun adalah sekitar 8 per 100 ribu orang, atau sekitar 30 ribu orang mengalami pecahnya aneurisma otak setiap tahunnya, dengan kejadian pecahnya aneurisma otak terjadi setiap 18 menit.

“Sebanyak 50 persen dari kasus pecahnya pembuluh darah mengakibatkan kematian. Dari mereka yang bertahan hidup, sekitar 66 persen mengalami cacat permanen,” ujar Nia.