Sepenggal Kisah Toyota Kijang yang Legendaris Berevolusi jadi Zenix

OTO DIKSI3 Dilihat

Diksinasinews.co.id – Sepenggal kisah kali ini yang akan redaksi bagikan ke Sahabat Diksinasi, adalah momen penting tatkala mantan Presiden RI kedua Soeharto tersenyum dengan senyuman khasnya, sambil memegang setir kemudi sebuah mobil berbentuk kotak seperti sabun.

Sebagai Ajudan kala itu, Try Sutrisno mendampingi Presiden era orde baru (orba) itu duduk paling tengah di baris belakang.

Medio 1977 mengabadikan Momen Soeharto dan Try. Di sanalah merupakan kelahiran perdana dari mobil legenda di tanah air. Mobil yang abadi hingga kini yakni mobil keluaran dari pabrikan Jepang Toyota yang bernama “Kijang”.

Keduanya mencicipi Toyota Kijang Generasi I. Orang-orang kala itu menyebutnya dengan sebutan “Kijang Buaya”.

Lahirnya Kijang memang tak lepas dari respon Toyota terhadap ragam kebijakan pemerintah Indonesia pada saat itu.

James Luhulima seorang jurnalis otomotif dalam buku karangannya “Sejarah Mobil & Kisah Kehadiran Mobil di Negeri Ini” (2012:119) menceritakan awal-awal kelahiran Toyota Kijang.

Sebelum meluncurkan Kijang pada 9 Juni 1977, Toyota Motor Corporation prinsipal Jepang mitra Astra Indonesia, mendatangkan dua jenis mobil lain.

Akan tetapi Soeharto waktu itu sedang gencar mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. Alhasil Toyota tak jadi memamerkan kedua mobil itu di arena Pekan Raya Jakarta.

“Karena bertentangan dengan pencanangan semangat lokalisasi departeman perindustrian, alhasil kedua BVU itu gagal pamer,” kata James.

Dalam perjuangan awalnya, Cucu buyut dari Kijang Innova ini sempat tak dilirik pasar karena pada waktu itu, mobil dari Eropa sedang tren menguasai kalangan masyarakat.

Hingga akhirnya Soeharto membuat suatu kebijakan yang fundamental. Mantan Jendral ini menerapkan larangan impor mobil secara utuh khususnya sedan. Sebagai imbalannya, Soeharto memberikan insentif untuk mobil niaga dengan mengembangkan industri mobil niaga berbasis lokal dengan harga terjangkau atau basic utility vehicle (BUV), alias “mobil murah”.

Memiliki naluri berbisnis sesuai dengan realita perekonomian di Indonesia, sang pendiri Astra Wiliam Soeryadjaya berbegas menyambut baik kebijakan Soeharto ini. Bak gayung bersambut.

Teguh Sri Pambudi dan Harmanto Edy dalam buku Man of Honor: Kehidupan, Semangat dan dan Kearifan William Soeryadjaya (2012: 142) menceritakan William sebagai sosok pebisnis ulet.

Sang Maestro pencetus nama “Kijang” Jusuf Kalla

Pembuatan penamaan Kijang sendiri merupakan hasil sayembara pada rapat internal contributor produk Toyota. Ada dua opsi nama, ‘Kancil’ dan ‘Kijang’. Karena Kancil pada saat itu mendapatkan konotasi negatif, maka nama Kijang terpilih.

Pemilihannya tak terlepas dari andil Jusuf Kalla, selaku CEO NV Hadji Kalla sebagai pemilik perusahaan distributor Toyota di Indonesia.

Lantas apa arti nama Kijang sesungguhnya sahabat diksinasi? apakah benar hanya memiliki makna sebagai sebuah binatang atau memiliki arti lain?

Mengutip dari laman Toyota-id.com, ternyata nama Kijang merupakan kependekan dari “Kerjasama Indonesia dan Jepang”.

Kijang perlahan menjelma sebagai kendaraan keluarga multi fungsi (MPV) besutan Toyota Astra Motor (TAM). Toyota Kijang, hanya satu dari sekian mobil keluaran Astra Group yang mampu membawa Astra menjadi raja otomotif di Indonesia dengan penguasaan pasar di atas 50 persen.

Proses evolusi ini tak lepas dari kemajuan ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang juga diikuti dengan rancang bangun Toyota Kijang.

Evolusi dari masa ke masa, Zenix Hybrid pertama di Indonesia

Setelah beberapa kali mengalami perubahan dari mulai Kijang Buaya, Doyok, Kapsul, Toyota Kijang Innova hingga Zenix. Toyota resmi meluncurkan varian teranyarnya di Indonesia yakni Innova Zenix.

Toyota menyematkan teknologi pada generasi Kijang ketujuh ini untuk mengikuti zaman, banyak hal yang sudah berubah total dari pendahulunya yakni Toyota Innova.

Perubahan ini meliputi platform dan eksterior, perombakan habis – habisan, hingga teknologi ramah lingkungan hybrid yang tertanam di Zenix.

“Hari ini kami meluncurkan generasi Kijang Innova terbaru, Kijang Innova Zenix,” ujar Wakil Presiden Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto di Jakarta, Senin (21/11).

Henry menyatakan apabila Zenix adalah produksi varian hybrid pertama yang lahir  di Indonesia. Sedangkan untuk keindahan sisi futuristiknya, Toyota menggunakan konsep New Global Architecture. Yang mana itu merupakan platform untuk mengubah total sisi ekteriornya.

Struktur jadul ladder frame yang sejak lama di generasi sebelumnya dan serupa dengan SUV Fortuner serta pikap Hilux sekarang berganti dengan platform monokok.

Selain ladder frame penggerak roda belakang adalah hal lain yang ditinggalkan oleh Zenix. Insinyur Toyota sekarang dapat memasang mesin hybrid dan penggerak roda depan di mobil terbaru Innova ini tak lupa transmisi jenis baru ikut disematkan, semua berkat TNGA GA-C yang membuat Zenix akan menjaga tahtanya sebagai kendaraan idaman keluarga mapan Indonesia.

Platform ini santernya akan membuat mobil lebih rigid ketimbang model sebelumnya, bobot lebih ringan adalah hal lain yang menjadi keunggulan dari sasis monokok ini.

Innova Zenix berbekal pilihan dapur pacu yang berbeda dari generasi sebelumnya yakni TNGA 2.0L berkode M20A7-FKS berkubikasi 1.987 cc empat silinder Dual-VVTi. Mesin ini mempunyai tenaga di atas kertas sebesar 174 PS pada rpm 6.600 dan torsi 20,9 kgm pada 4.500-4.900 rpm.

Harga

Innova Zenix mempunyai banderol mulai Rp419 juta-Rp470 juta. Sedangkan Innova Zenix Hybrid banderolnya Rp458 juta sampai Rp614 juta.

Harga ini naik cukup signifikan dibanding Innova sebelumnya yang dijual Rp369,6 juta-Rp471,9 juta, sementara varian Venturer dipasarkan Rp494,4 juta dan Rp527,2 juta.

Henry menambahkan lewat produk ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon.

Innova Zenix
G CVT Non Premium Color Rp419 juta
G CVT Premium Color Rp422 juta
V CVT Non Premium Color Rp467 juta
V CVT Premium Color Rp470 juta

Innova Zenix Hybrid
G CVT Non Premium Color Rp458 juta
G CVT Premium Color Rp461 juta
V CVT Modelista Non Premium Color Rp532 juta
V CVT Modelista Premium Color Rp535 juta
Q CVT Modelista TSS Non Premium Color Rp611 juta
Q CVT Modelista TSS Premium Color Rp614 juta