Kampoeng Amsterdam di Garut, Sisa Kolonial Belanda yang Masih Bertahan

DiksinasiNews.co.id, DiksiTravel – Bagi sebagian masyarakat dan wisatawan, banyak yang mulai menggandrungi obyek wisata Kampoeng Amsterdam di Garut Jawa Barat. Kini obyek wisata ini mulai menjelma memiliki daya tarik yang mempesona.

Selain daripada keindahan alam pegunungan dan kesejukan udaranya, objek wisata baru ini juga menyimpan bukti sejarah kehidupan bangsa Belanda di Kabupaten Garut.

Kita semua mengetahui, karena saking lamanya Pemerintah Kolonial Belanda menginjakan kakinya di bumi Nusantara, hal itulah yang menjadi alasan jejak peninggalannya masih terdapat di perkebunan teh Dayeuhmanggung, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Berada di wilayah yang terkenal dengan nama Kampoeng Amsterdam, tepatnya di kaki Gunung Cikuray, obyek wisata perkebunan teh ini pernah menjadi lumbung teh kebanggaan para meneer Belanda.

Bekas kejayaan memang masih bisa terlihat utuh. Seperti rumah, kantor, hingga fasilitas irigasi. Semuanya di obyek wisata edukasi ini masih berfungsi dengan baik hingga kini.

Perkampungan warga ini hanya memiliki sekitar 12 rumah yang dihuni oleh 24 orang warga. Uniknya, mereka menempati rumah-rumah peninggalan Belanda dengan tidak merenovasinya sama sekali.

Alasan para penghuni tidak melakukan pembaharuan kontruksi bangunan, sangat mungkin kita duga adalah dalam rangka melestarikan nilai orisinal dari bangunan-bangunan tersebut. Rata-rata bangunan bekas Belanda di Kampoeng Amsterdam ini adalah buatan 1913. Meskipun telah uzur, beberapa di antaranya masih berfungsi baik hingga kini.

Irigasi untuk perkebunan teh

Selain daripada bangunan rumah, terdalat pula jembatan irigasi air sepanjang 200 meter yang masih berfungsi meskipun hanya satu jalur.

Mengutip dari GoodNews From Indonesia, awalnya jembatan saluran irigasi itu dua ruas. Namun, gempa besar yang pernah menghantam Garut 2008 lalu merobohkan satu instalasi.

Sebagai upaya untuk mengoptimalkan kampung bernilai sejarah ini. Sejak awal November 2016 lalu, area perkebunan teh yang berada di depan kampung disulap menjadi tempat beristirahat untuk para wisatawan yang datang. Juga terdapat seperti balai pohon, dan balai menyerupai perahu sebagai objek berswafoto oleh para pengunjung.

Cocok untuk Selfi

Tak kalah menarik, di Kampoeng Amsterdam itu pun terdapat rumah pohon, yang sangat bagus untuk pengambilan angel untuk ner swafoto.

Untuk berwisata di Kampoeng Amsterdam ini, Anda hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp5 ribu/orangnya. Kampung ini sendiri berada di Kawasan Perkebunan Teh Dayeuh Manggung yang berlokasi sekitar 19 kilometer dari pusat Kota Garut.

Jarak tempuh dari pusat kota menuju ke kampung ini membutuhkan waktu sekitar 45 menit perjalanan menggunakan kendaraan motor maupun mobil.

Dihuni warga yang cantik dan pemandangan memesona.

 

Wanita lansia keturunan belanda yang ada di obyek wisata Kampoeng Amsterdam Garut. Meski sudah lebih dari paruh baya, namun kecantikan tetap terpancar darinya Foto : Facebook
Wanita keturunan belanda yang ada di Kampung Amsterdam Garut. Foto : Facebook
Wanita keturunan belanda yang ada di obyek wisata Kampoeng Amsterdam Garut. Foto : Facebook

Ternyata sisa peninggalan Belanda tidak hanya terlihat dalam bangunannya. Namun juga para penghuni yang menempati Kampung Amsterdam. Di sana itu rupanya ada beberapa lansia yang memang keturunan belanda.

Tentunya yang tidak boleh terlewatkan adalah Dayeuh Manggung, merupakan kawasan obyek wisata perkebunan teh peninggalan Belanda. Dayeuh Manggung sendiri memiliki luas area 1.500 hektare.