Heboh Lebih dari 10 Tahun Wanita Renta ini Hidup di Gubuk, Luput dari Perhatian Pemkab Ciamis ?

DIKSI NEWS205 Dilihat
banner 468x60

Diksinasinews,co.id, Ciamis – Hidup sebatang kara di kampung orang dan dengan kondisi mengenaskan dialami oleh Sutiyem ( sekitar 80 tahun ) wanita renta yang mengaku berasal dari Kebumen Jawa Tengah. Sungguh mengejutkan, dengan letak yang terbilang berada di pusat kota Ciamis, Sutiyem menempati gubuk reyot disela kebun singkong yang terdapat pada area sekitar warung-warung samping Islamic Center Ciamis. Rabu, ( 08/03/2023 ).

Proses Evakuasi Mbok Sutiyem oleh Instansi Terkait
Proses Evakuasi Mbok Sutiyem oleh Instansi Terkait
Sutiyem tinggal di gubuk tersebut sudah cukup lama, menurut keterangan beberapa pedagang yang menghuni area warung, Sutiyem sudah tinggal di sana sejak lama sejak berdirinya jajaran warung yang mereka kelola yaitu sekitar 8 tahun yang lalu.

Iwan salah satu pedagang menyebutkan, sebelum menempati gubuk Sutiyem tinggal di gubuk sebelah barat area yang sebelumnya adalah pesawahan tersebut. Areal pesawahan tersebut adalah cikal bakal gedung perkantoran diantaranya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Pertanahan ( DPUPRP ) , Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ), Pengadilan Agama, Serta Tourist Information Center ( TIC ).

banner 336x280

“Setelah berdiri gedung TIC gubuk mbok tiyem dipindahkan oleh pegawai TIC dan pindah kesini sampai sekarang” ungkap Iwan.

Sementara itu Heri ketua RT setempat menjelaskan jika segala pembiayaan pembuatan gubuk ditanggung oleh pihak TIC sedangkan pelaksanaan pembuatan dilakukan oleh pihaknya beserta warga.

“Pihak TIC membiayai proses pemindahan dan pembangunan gubuk untuk mbok tiyem” Ujar Heri.

Ade Deni Koordinator TKSK Kabupaten Ciamis
Ade Deni Koordinator TKSK Kabupaten Ciamis

Sementara itu Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan ( TKSK ) Kabupaten Ciamis Ade Deni pada saat proses evakuasi menyatakan jika pihaknya mendapat informasi tentang seorang wanita dengan usia lanjut yang menempati tempat tinggal kurang layak di wilayah Kelurahan Kertasari Kecamatan Ciamis langsung meluncur menuju Lokasi.

Bersama Deni tampak beberapa perangkat negara antara lain dari Kelurahan, Babinsa Kecamatan serta pengurus RT/RW setempat untuk melakukan koordinasi terkait mbok Tiyem.

Deni melanjutkan jika pihaknya menyesalkan hal ini terjadi mengingat rentang waktu mbok Tiyem menjadi penghuni gubuk sudah sekitar 20 tahun kurang lebih.

Deni lebih lanjut menyebutkan bahwa pihaknya baru mendapatkan informasi terkait hal ini dan bertanya kenapa selama ini tidak ada laporan ke Dinsos.

“Pembangunan area perkantoran khususnya TIC sudah berlangsung sekitar 8 Tahun yang lalu, warung – warung pun bermunculan kemudian. Kenapa pihak TIC tidak melaporkan atau berkoordinasi dengan kami selaku dinas terkait?” ujar Deni mengungkapkan keheranannya.

Salah satu pedagang di lokasi Iwan menyebutkan jika mbok Sutiyem kesehariannya membersihkan area belakang warung berupa kebun singkong. Iwan dan rekan pedagang lain sering memberikan makanan buat mbok Sutiyem karena kasihan, namun mereka mengaku bingung harus melakukan tindakan atau laporan kemana.

banner 336x280